Seekor Sapi Bunting Milik Warga Papungan Hilang Terseret Arus Banjir Bengawan Solo 

21 - Jan - 2025, 06:28

Empat ekor sapi yang berada di kandang milik Siswanto,akhirnya ikut terseret luapan arus Sungai Bengawan Solo. (foto: satria / JatimTimes)


JATIMTIMES - Meluapnya air Sungai Bengawan Solo mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi terendam banjir. Akibatnya ratusan rumah warga terkena dampak. 

Setidaknya terdapat di beberapa titik yang terendam banjir dengan variasi volume air yang berbeda, antara 15 centimeter hingga mencapai 1 meter lebih di pinggiran sepanjang Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Ngawi. 

Baca Juga : Desa Kemiren Banyuwangi Raih Asean Homestay Award 2025

Salah satu wilayah yang cukup parah terkena dampak luapan Sungai Bengawan Solo terjadi di Kecamatan Pitu. Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan akses jalan utama di wilayah Ngasinan Desa Ngancar terputus akibat tergenang air luapan Sungai Bengawan Solo hingga setinggi lutut orang dewasa. 

Bahkan, empat ekor sapi yang berada di kandang milik Siswanto, 53 tahun, warga Desa Papungan Kecamatan Pitu sempat terkena luapan dan akhirnya ikut terseret luapan arus Sungai Bengawan Solo. 

Beruntung, tiga ekor berhasil diselamatkan. Namun sayangnya seekor sapi betina yang dalam kondisi bunting hilang tanpa jejak terseret derasnya arus Sungai Bengawan Solo. Akibat kejadian itu warga ditaksir mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. 

"Satu sapi bunting milik kami kenter (terseret arus) Sungai Bengawan Solo yang meluap pas tengah malam. Kita mau kejar tak berani saking derasnya arus Sungai Bengawan Solo malam itu," terang Siswanto kepada awak media ini. 

Sementara itu, Camat Pitu Peggy Yudho Subekti, S.STP, MH mengungkapkan akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo sejumlah akses jalan utama di Kecamatan Pitu terputus, diantaranya akses jalan yang menghubungkan Desa Cantel, Papungan maupun Desa Karanggeneng.

Baca Juga : Pekalongan Dilanda Banjir dan Longsor, 15 Orang Dilaporkan Tewas

Ratusan warga Kecamatan Pitu korban banjir kini sudah mendapatkan relokasi tempat sementara di kantor balai Desa Cantel. Selain pihak Kecamatan Pitu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi telah mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian. 

"123 Kepala Keluarga berdampak banjir telah kita relokasi ke kantor Desa Cantel untuk mendapatkan pertolongan. Kita sudah menyerahkan kebutuhan makan, diantaranya mie, kopi maupun teh kepada para warga yang mengungsi akibat banjir," ungkapnya. 

Lanjut Peggy, BPBD Kabupaten Ngawi kini juga telah intensif melakukan pendataan warga korban banjir di Kecamatan Pitu agar lekas mendapatkan tindakan.


Topik

Peristiwa, Banjir, Ngawi, BPBD Ngawi, dampak banjir, Sungai Bengawan Solo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette