Update Penemuan 2 Mayat di Poncokusumo: Tak Ada Luka Penganiayaan, Diduga Mabuk Miras hingga Alami Kecelakaan

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya

31 - Dec - 2024, 06:58

Proses evakuasi jenazah dua pemuda yang ditemukan pada aliran sungai di perbatasan Kecamatan Poncokusumo-Tumpang pada Minggu (29/12/2024). (Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Polres Malang sedang mendalami kasus penemuan mayat dua orang pemuda yang ditemukan pada aliran sungai di perbatasan Kecamatan Poncokusumo-Tumpang. Dari hasil penyelidikan sementara, kedua korban diduga sempat mengkonsumsi minuman keras (miras) hingga akhirnya mengalami kecelakaan tunggal, Sabtu (28/12/2024) dini hari.

"Penyelidikan melibatkan Satlantas dan Satreskrim Polres Malang, Unit Gakkum Satlantas juga telah melakukan penyelidikan dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ungkap Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur kepada JatimTIMES.

Baca Juga : Selidiki Peristiwa Vila Roboh di Kota Batu, Polisi Panggil Pengembang

Dugaan sementara, lantaran mabuk usai menenggak miras, mobil yang dikendarai dan ditumpangi kedua korban mengalami kecelakaan tunggal. "Kemungkinan tidak langsung jatuh hingga keluar dari mobil. Mungkin habis menabrak terus turun dari mobil dan diduga terjatuh," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, dua pemuda ditemukan tewas misterius di aliran sungai perbatasan Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo dan Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Minggu (29/12/2024).

Data kepolisian menyebutkan, identitas kedua pemuda yang ditemukan tewas misterius tersebut masing-masing bernama Alfin Dika Putra Johana (20) dan Ahmat Koirul Anam (22). Kedua korban merupakan warga Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Usai berhasil di evakuasi dari lokasi kecelakaan di area jembatan yang berjarak sekitar 30 meter, jenazah korban atas nama Alfin dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk dilakukan visum, Minggu (29/12/2024) pagi.

Sementara jenazah korban atas nama Ahmat ditemukan pada Minggu (29/12/2024) sekira jam 13.30 WIB. Kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di aliran sungai yang sama. Jaraknya sekitar 200 meter dari korban pertama Alfin.

Jarak ditemukan yang terpisah sekitar ratusan meter tersebut diduga disebabkan lantaran saat kejadian aliran sungai sedang deras. Hal itu dipicu karena hujan.

Sebelum jenazah para korban berhasil ditemukan warga, pihak keluarga sempat menemukan mobil Jeep yang digunakan kedua korban pada Sabtu (28/12/2024) dini hari. Kendaraan tersebut ditemukan dalam posisi menabrak pembatas jalan.

Pada saat itu, kondisi kendaraan dalam keadaan lampu menyala. Sementara didalam kendaraan tersebut sudah tidak ada kedua korban.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Poncokusumo AKP Subijanto mengaku, pihaknya telah melakukan serangkaian pendalaman termasuk meminta keterangan dari sejumlah saksi. Hasilnya, sebelum kejadian korban diduga sempat mengkonsumsi miras.

"Cerita dari temannya memang
habis minum (miras), terus mengendarai kendaraannya itu, baru kemudian ada accident, kecelakaan tunggal itu," tutur Subijanto.

Informasi yang dihimpun polisi, diduga saat pesta miras tersebut para korban sempat digerebek warga. Penggerebekan terjadi saat korban berada di sebuah tempat kos atau rumah kontrakan yang berlokasi di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang 

Baca Juga : Jokowi Masuk Finalis Pemimpin Terkorup Dunia Tahun 2024 Versi OCCRP

"Tapi kami mengarahnya tidak ke situ, kami fokusnya ke penemuan mayatnya itu," ujarnya.

Usai kejadian tersebut, para korban kemudian pergi dengan mengendarai mobil. Ketika melintas di area sungai perbatasan Kecamatan Poncokusumo-Tumpang, tepatnya di Sungai Swaru, Duwet Krajan, Tumpang, mobil yang digunakan para korban diduga mengalami kecelakaan tunggal.

Paska mengalami kecelakaan tersebut, para korban diduga keluar dari mobil yang kemudian terpeleset dan jatuh ke aliran sungai. "Namun, karena geografis, hujan, akhirnya jejak itu (hilang), sehingga kami tidak bisa menerka-nerka," ujarnya.

Usai mengalami kecelakaan, mobil yang digunakan korban baru ditemukan pada Sabtu (28/12/2024) dini hari. Belakangan diketahui, usai ditemukan pihak keluarga, mobil tersebut kemudian dibawa ke bengkel.

"Keesokan harinya, (Minggu, 29/12/2024) mayat korban ditemukan," ujar Subijanto.

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga menolak untuk dilakukan Visum et Repertum. Sehingga polisi hanya melakukan visum luar.

"Pihak keluarga tidak mau untuk dilakukan visum dalam, jadi hanya visum luar. Keluarganya menyatakan kalau memang menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Kami menghargai juga keputusan dari pihak keluarga yang masih berduka," tuturnya.

Meski demikian, disampaikan Subijanto, jika dikemudian hari ditemukan informasi atau temuan baru, polisi akan kembali menindaklanjuti peristiwa tewasnya kedua korban tersebut.

"Visum luar tidak ada (yang mencurigakan). Waktu evakuasi, memang tidak ada luka-luka seperti lebam dan sebagainya," pungkas Subijanto.


Topik

Hukum dan Kriminalitas, Poncokusumo, pemuda tewas, miras, Muhammad nur,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette