Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional: Strategi Pemkab Blitar Dongkrak Ekonomi Rakyat
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
18 - Dec - 2024, 07:41
JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Blitar kembali menggulirkan Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Belanja ke Pasar Tradisional sebagai langkah strategis mendongkrak perekonomian sektor rakyat kecil.
Program ini dilaksanakan serentak pada Selasa, 17 Desember 2024, dengan target nilai perputaran uang yang digadang-gadang mencapai Rp 1 miliar.
Baca Juga : Overstay 269 Hari, WNA Asal Malaysia Diamankan Imigrasi Blitar
Darmadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, menyebut program ini bukan sekadar seremonial, melainkan gerakan nyata yang berdampak signifikan bagi keberlangsungan pasar tradisional.
"Dalam setiap kegiatan ASN belanja ke pasar, nilai perputaran uang bisa mencapai Rp 1 miliar. Jumlah ASN di Kabupaten Blitar sekitar 9 ribuan, dan setiap ASN wajib membelanjakan minimal Rp 100 ribu," ujarnya.
Lebih lanjut, Darmadi menjelaskan bahwa jumlah belanja yang ditetapkan hanyalah batas minimal. Banyak ASN, menurutnya, membelanjakan lebih dari nominal tersebut. "Jika dihitung secara kasar, dengan jumlah ASN yang besar, nilai transaksi di pasar tradisional bisa melonjak tajam," tambahnya.
Gerakan ini dipandang sebagai salah satu cara meramaikan pasar tradisional yang kian hari semakin terpinggirkan oleh keberadaan ritel modern dan platform belanja daring. Darmadi tak menampik bahwa kondisi pasar tradisional di Kabupaten Blitar sedang dalam titik rawan.
"Saat ini, banyak pedagang mengeluhkan pasar yang mulai sepi. Padahal, pasar tradisional adalah jantung ekonomi rakyat kecil," jelasnya.
Terdapat 13 pasar tradisional di Kabupaten Blitar yang menjadi sasaran program ini. Setiap ASN diwajibkan berbelanja di pasar terdekat. Dengan begitu, distribusi ekonomi dapat berjalan merata dan pedagang kecil di berbagai titik bisa merasakan dampaknya. Darmadi berharap program ini dapat meningkatkan omzet para pedagang, sekaligus menggairahkan aktivitas jual beli di pasar.
Baca Juga : Meski Alokasi Anggaran Belum Pasti, Pemkot Malang Komitmen Kawal Proses Pasar Besar
Upaya ini bukan tanpa sebab. Data Disperindag mencatat bahwa capaian retribusi pasar tradisional pada 2024 hingga 12 Desember hanya mencapai Rp 2,8 miliar atau 63 persen dari target Rp 4,7 miliar. Darmadi mengakui, salah satu penyebab minimnya capaian retribusi adalah pasar yang semakin ditinggalkan pembeli.
Bagi Pemkab Blitar, gerakan ASN belanja ke pasar adalah solusi mendesak. Selain untuk mengejar target retribusi, program ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi yang inklusif dan merakyat. "Gerakan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang kesadaran bersama menjaga keberlangsungan pasar tradisional," tutur Darmadi.
Program ini juga diharapkan mampu membangun solidaritas antara ASN dan masyarakat lokal. Dengan melibatkan ASN dalam mendukung pasar tradisional, geliat ekonomi kerakyatan diyakini dapat kembali tumbuh secara signifikan.
Seiring berbagai upaya yang dilakukan, Pemkab Blitar masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk memastikan pasar tradisional tidak kalah saing dengan ritel modern. Namun, setidaknya, melalui gerakan ini, para pedagang kecil bisa bernapas lebih lega di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat.
