Jelang Libut Nataru, Ini Tips Berkendara Aman saat Cuaca Ekstrem!
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
08 - Dec - 2024, 05:45
JATIMTIMES - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), para pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di tengah cuaca ekstrem.
Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan akan terjadi pada November hingga Desember 2024 di wilayah barat Indonesia. Sementara untuk wilayah Indonesia timur, puncak hujan diperkirakan pada Januari hingga Februari 2025.
Durasi musim hujan kali ini juga diperkirakan lebih panjang dibandingkan rata-rata. “Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan lebih panjang, mulai dari dua bulan hingga sebelas bulan," ungkap BMKG dalam keterangan resminya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan kakorlantas Polri memperingatkan adanya kemungkinan cuaca ekstrem selama periode Nataru. Intensitas hujan tinggi disertai kondisi lalu lintas padat dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di jalan tol.
"Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi diperkirakan akan berlangsung hingga awal tahun 2025. Ini perlu diantisipasi, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi," ujar Kakorlantas Polri, Irjen Pol Aan Suhanan, dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (8/12/2024).
Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), juga menyoroti tantangan berkendara di jalan tol saat liburan. “Banyak pengemudi cenderung tancap gas di jalan tol, meskipun kondisi cuaca tidak mendukung. Ini yang sering menjadi penyebab kecelakaan," jelasnya.
Sony memberikan sejumlah saran penting bagi pengendara yang ingin tetap aman selama perjalanan:
1. Perhatikan Kondisi Kendaraan
Sebelum berangkat, pastikan kendaraan dalam kondisi prima. "Rem, ban, wiper, dan lampu harus dicek lebih dulu. Jangan lupa, siapkan peralatan darurat seperti segitiga pengaman dan senter," kata Sony.
2. Jaga Kecepatan dan Jarak Aman
Di tengah hujan deras atau genangan air, kurangi kecepatan kendaraan. "Kecepatan harus disesuaikan dengan jarak pandang dan kondisi jalan. Jika genangan air terlihat dalam, melambatlah untuk menghindari aquaplaning," ujarnya.
3. Waspada dengan Kendaraan Lain
Sony mengingatkan pentingnya memantau kaca spion, terutama jika ada kendaraan yang melaju kencang dari belakang. "Jika kendaraan besar seperti bus AKAP mendekat dengan kecepatan tinggi, segera beri ruang. Ini demi keselamatan Anda sendiri," katanya.
4. Gunakan Marka Jalan Sebagai Panduan
Saat hujan deras mengurangi jarak pandang, gunakan garis marka jalan sebagai panduan arah. "Jika jarak pandang sudah di bawah 10 meter, berkendaralah pelan-pelan. Tetap di lajur kiri dan nyalakan lampu hazard untuk memberikan tanda ke kendaraan lain, tapi hanya sampai Anda tiba di rest area terdekat," tegas Sony.
5. Jangan Berhenti di Jalur Tol
Berhenti di jalan tol, apalagi saat cuaca buruk, sangat berbahaya. Sony menyarankan agar pengendara terus melaju perlahan hingga menemukan tempat istirahat yang aman.
Cuaca ekstrem memang tidak dapat dihindari, tetapi kecelakaan bisa diminimalkan dengan persiapan matang dan perilaku berkendara yang bijak. "Kesiapan mental dan fisik pengemudi juga harus diperhatikan. Jangan ragu untuk istirahat jika merasa lelah atau kondisi cuaca tidak mendukung," tutup Sony.
Demikian tips berkendara aman saat cuaca ektrem yang bisa diterapkan saat Anda berlibur. Semoga informasi ini bermanfaat!
