Tinjau Infrastruktur SDA di Malang, Menteri PU Soroti Persoalan Sedimentasi

21 - Nov - 2024, 08:48

Kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke Perum Jasa Tirta I (PJT I) di Malang.


JATIMTIMES - Persoalan sedimentasi menjadi perhatian Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ketika melakukan kunjungan kerja ke Perum Jasa Tirta I (PJT I) di Malang, Jawa Timur (Jatim), Rabu (20/11/2024). Sedimentasi itu terjadi pada sejumlah infrastruktur pengelolaan sumber daya air (SDA) milik PJT I.

Penyebabnya adalah alih fungsi area hulu menjadi pertanian, perkebunan, bahkan perumahan. “Pendangkalannya sudah sangat mengkhawatirkan. Kita terus berdiskusi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak," ujarnya. 

Baca Juga : Bagikan PTSL di Dua Desa, Pemkab Kediri Sampaikan Tiga Pesan Berikut

"Saat ini telah dilakukan upaya pengerukan dan cukup efektif. Namun, harapannya akan selalu ada teknologi baru yang dapat mengurangi dampak sedimentasi ini,” sambung Menteri Dody.

Sejalan dengan itu, Kementerian PU juga tengah mendorong adanya koordinasi lintas sektor bersama dengan stakeholder terkait. Termasuk kementerian/lembaga yang membidangi permasalahan sedimentasi hulu. 

“Bersama-sama dengan Pemerintah Daerah, dan Kementerian/ Lembaga lain, kita akan berupaya melestarikan dan menjaga kualitas hulu. Harapannya, supaya air permukaan dapat tetap terjaga,” papar Dody.

Peninjauan ini sendiri dilakukan untuk memastikan operasionalisasi infrastruktur pengelolaan SDA yang telah berjalan, dalam mendukung terwujudnya visi Asta Cita Presiden Prabowo, terutama di bidang ketahanan pangan, energi, dan air.

PJT I merupakan BUMN yang bergerak dibidang pengelolaan SDA. Saat ini PJT I mengelola di 5 Wilayah Sungai (WS) di bawah kewenangan Pemerintah Pusat, yakni Brantas, Bengawan Solo, Jratun Seluna, Serayu Bogowonto, dan Toba Asahan.

Dody menilai, sejauh ini PJT I telah mengoperasikan bendungan dengan cukup baik. "Teknologinya sudah baik dan sudah tersambung dengan command center yang ada di Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PU sehingga bisa memantau kondisi air di seluruh Indonesia,” kata Dody.

Baca Juga : Blusukan ke Ampelgading, Calon Bupati Malang Sanusi Benahi Jalan dan Fasilitasi PJU Menuju Wisata

“Karena selalu dipantau, kita jadi tahu kapan air harus dikurangi atau dilepas ke bawah dan seterusnya. Kalau kondisi sedang kritis, kami juga tahu dan akan berkoordinasi dengan Pemda setempat supaya masyarakat tidak terdampak terlalu parah,” lanjutnya.

Menteri Dody juga menyampaikan apresiasi kepada PJT I. Ke depan, pihaknya akan terus berkoordinasi agar bendungan-bendungan yang sudah terbangun dari tahun 70-an dan seterusnya bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien. "Tidak hanya untuk mengairi sawah, tapi juga pengendalian banjir, dan sumber air baku bagi masyarakat sekitar,” papar Dody.

Saat ini, pengelolaan WS yang dilakukan oleh PJT I telah mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan air irigasi untuk lahan pertanian seluas 282.398 Ha. Untuk ketahanan energi, PJT I memberikan jaminan pasokan air untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan layanan sebesar 7,49 Miliar kWh per tahun. 

Di bidang ketahanan air, penyediaan layanan air baku terbagi untuk PDAM dan juga industri. Dengan layanan air baku untuk PDAM sebesar 560,08 juta m3 per tahun, dan untuk industri sebesar 499,38 juta m3 per tahun.


Topik

Pemerintahan, Dody Hanggodo, jasa Tirta, malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette