Jadwal Debat Ketiga Pilkada Kota Malang, Saatnya Adu Gagasan Penyelarasan Pembangunan Daerah dan Kebijakan Pusat

Reporter

Riski Wijaya

19 - Nov - 2024, 01:25

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Malang, Ali Akbar. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).


JATIMTIMES - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang terus mematangkan persiapan jelang Debat Publik Pilkada Kota Malang, yang akan digelar pada Rabu (20/11/2024). Pada debat ketiga ini, ketiga paslon akan beradu gagasan soal harmonisasi pembangunan daerah dengan kebijakan pusat. 

Sementara itu dalam debat ketiga ini, tema besar Peran Pemerintah Kota Malang dalam menyerasikan pembangunan daerah dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam rangka memperkokoh nilai-nilai kebangsaan dan NKRI.

Baca Juga : Gandeng Pekerja Sosial, Mas Ghoni Bidik Penurunan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Blitar

Sehingga, tema tersebut diusung agar para paslon dapat menyampaikan gagasan yang tidak hanya relevan bagi Kota Malang saja. Namun juga mendukung penguatan kesatuan bangsa dan negara dalam konteks kebijakan pembangunan nasional. 

"Sesuai jadwal, untuk debat yang ketiga itu tanggal 20 November nanti. Kalau tidak ada halangan tetap di tanggal itu. Terkait tema itu sesuai dengan PKPU," ujar Komisioner KPU Kota Malang Divisi Teknis Penyelenggaraan, Ali Akbar.

Ali mengatakan, dalam debat kali ini visi dan misi setiap paslon akan diuji, hal itu untuk memastikan keselarasan antara pembangunan daerah dengan kebijakan secara nasional dari pemerintah pusat. Yang dimaksudkan untuk memperkokoh kesatuan NKRI. 

Meski tema debat telah ditetapkan, sub-tema dan detail lainnya masih dalam proses finalisasi oleh tim perumus. Menurut Ali, tim perumus yang terlibat dalam penyusunan debat ketiga ini, akan sama dengan tim yang menyusun debat pertama dan kedua. 

Perubahan justru ada pada panelis. Namun dalam hal ini, KPU Kota Malang masih melibatkan unsur akademisi dan juga tokoh masyarakat (tomas). Bahkan juga ada yang berasal dari luar Kota Malang. 

"Kalau untuk tim panelis nanti beda, dari unsur akademisi dan tokoh masyarakat. Kalau untuk debat yang ketiga atau debat terakhir ini ada dari lokal dan luar kota," imbuhnya. 

Baca Juga : Pasca-Debat Publik Kedua, Gen-Z Kota Batu Mantapkan Dukungan ke Nurochman-Heli

Di sisi lain, sejak pelaksanaan debat pertama, KPU Kota Malang telah melakukan evaluasi. Hal tersebut dimaksudkan untuk perbaikan dan meningkatkan kualitas debat. Salah satu fokus utama dalam evaluasi tersebut yaitu keberimbangan posisi paslon selama debat.  

"Pada debat pertama, posisi paslon sudah ditentukan berdasarkan urutan nomor peserta. Namun, pada debat kedua, kami melakukan perubahan posisi paslon, dari urutan 1-2-3 menjadi 3-1-2, agar setiap paslon dapat merasakan posisi center," jelas Ali.  

Untuk debat ketiga nanti, KPU memastikan paslon yang belum pernah berada di posisi tengah pada debat sebelumnya, akan diposisikan di tengah agar pengalaman mereka setara. 

"Center ini kan strategis, jadi bisa sama-sama merasakan posisi center," pungkas Ali. 


Topik

Politik, Pilkada Kota Malang, debat ketiga,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette