Inovasi Baru dari Polinema, Tempurung Kelapa Bisa Jadi Alat Pembuat dan Pencetak Briket

Reporter

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

10 - Nov - 2024, 10:05

Momen tim dosen Polinema saat mengenalkan inovasi baru (foto: istimewa)


JATIMTIMES - Sejumlah dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengenalkan inovasi teknologi alat pembuat dan pencetak briket. Uniknya, pembuatannya dilakukan dari limbah tempurung kelapa.

Sebagai informasi, program ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat yang didukung Kemdikbudristek. Pengabdian itu diberikan kepada warga Desa Kaumrejo, Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Desainer Indonesia Bersinar di Malang Fashion Week 2024, Padukan Tradisi dan Modernitas

Program ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat mengolah limbah kelapa yang melimpah menjadi produk bernilai jual tinggi, sekaligus sebagai solusi ramah lingkungan.

Sebelumnya, masyarakat hanya menjual kelapa segar dan menghasilkan limbah tempurung yang sering menumpuk. Namun saat ini dapat mengubahnya menjadi briket berkualitas. Briket tempurung kelapa ini memiliki banyak keunggulan sebagai bahan bakar alternatif, seperti pembakaran yang stabil, daya tahan tinggi, dan emisi yang rendah. 

Dr Beauty Anggraheny Ikawanty ST MT sebagai ketua tim pengabdian dari Polinema, menjelaskan bahwa program ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Selain itu, inovasi baru juga dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Alat ini dirancang agar mudah dioperasikan oleh warga dan dapat diintegrasikan dalam kegiatan ekonomi sehari-hari mereka. Selain itu, briket dari tempurung kelapa ini berpotensi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis,” ujar Anggraheny.

Pada kegiatan itu, masyarakat juga diberi pelatihan lengkap kepada warga mengenai cara penggunaan alat, mulai dari proses penghancuran tempurung, pencetakan briket, hingga pengemasan produk akhir. Selain itu, tim juga memberikan wawasan mengenai strategi pemasaran agar briket yang dihasilkan dapat dijual dengan harga kompetitif di pasaran.

Baca Juga : Download Video TikTok Cepat dan Gratis? Coba Trik Pakai Snaptik Ini!

Menurut salah satu warga, Budi Suliyanto, pemilik Toko Budi Djarot yang menjadi mitra program, inovasi ini sangat membantu dalam meningkatkan pendapatan warga. “Dengan adanya alat ini, kami bisa memanfaatkan limbah tempurung kelapa yang sebelumnya hanya dibuang atau dijual dengan harga murah. Sekarang, kami bisa menghasilkan briket yang memiliki nilai jual tinggi,” kata Budi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan solusi pengelolaan limbah, tetapi juga menginspirasi warga Desa Kaumrejo untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan adanya alat ini, warga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan menambah pendapatan rumah tangga tanpa memerlukan modal besar.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen Polinema dengan anggota Hari Kurnia Safitri, ST., MT dan Prof. Dr. Ir. Drs Bambang Irawan, MT juga melibatkan mahasiswa Polinema ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan potensi limbah lokal sebagai sumber daya ekonomi baru, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.


Topik

Pendidikan, polinema, beauty anggraheny ikawanty, temputung kelapa, briket,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette