Potret Pengangguran Terbuka di Jatim, Lulusan SMK Sumbang Angka Tertinggi
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Yunan Helmy
06 - Nov - 2024, 06:41
JATIMTIMES - Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Timur (Jatim) pada Agustus 2024 tercatat sebesar 4,19 persen atau setara dengan 1,02 juta jiwa. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mengungkap, lulusan SMK masih menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi.
Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan pada Agutus 2024, TPT lulusan SMK menunjukkan angka paling tinggi, yaitu 6,81 persen. Selain SMK, TPT lulusan SMA juga masih tinggi, yakni sebesar 6,69 persen. Lalu TPT lulusan DIV/S1/S2/S3 sebesar 5,33 persen.
Baca Juga : Perkuat Kerja Sama, Bank Jatim Teken MoU dan NDA dengan Bank NTT
Meski demikian, penurunan TPT lulusan SMK merupakan yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. "Dibandingkan Agustus 2023, hanya TPT lulusan DIV/S1/S2/S3 yang menunjukkan peningkatan. Sementara jenjang pendidikan lainnya menunjukkan penurunan," jelas BPS Jatim dalam laporan terbarunya, dikutip Rabu (6/11/2024).
TPT penduduk dengan pendidikan SD ke bawah masih tetap menunjukkan pola yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, memiliki persentase yang paling rendah dibandingkan pendidikan di atasnya. Pada Agustus 2024, dari setiap 100 angkatan kerja berpendidikan SD ke bawah, terdapat sekitar 1-2 di antaranya yang menganggur.
Lebih lanjut, BPS juga mencatat, pola penganggur di Jatim masih menunjukkan kecenderungan TPT laki-laki lebih tinggi dibandingkan TPT perempuan. Begitu pula dengan pola TPT pada Agustus 2024 yang menunjukkan bahwa TPT laki-laki lebih tinggi dibanding TPT perempuan, yaitu 4,46 persen berbanding 3,80 persen.
Laki-laki masih cenderung sebagai breadwinner atau diberikan peran sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga dibandingkan perempuan yang cenderung lebih mendapatkan peran mengurus rumah tangga.
Meski demikian, TPT baik laki-laki maupun perempuan pada Agustus 2024 sama-sama menunjukkan penurunan dibandingkan Agustus 2023. Meski demikian penurunan TPT perempuan cenderung lebih tinggi dibandingkan penurunan TPT laki-laki.
Sementara itu, TPT perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan TPT perdesaan. "Pada Agustus 2024, TPT perkotaan (4,49 persen) lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan (3,78 persen)," sebut BPS Jatim.
Terjadi penurunan TPT baik di perkotaan maupun di perdesaan pada Agustus 2024 dibandingkan Agustus 2023. BPS menjelaskan, salah satu karakteristik daerah perkotaan adalah memiliki kecenderungan sebagai tujuan orang untuk menetap atau mencari nafkah di daerah tersebut.
Baca Juga : Putra Daerah Diharapkan Bawa Perubahan, Purnawirawan Angkatan Laut Pilih Paslon Nurochman-Heli
Hal ini dikarenakan daerah perkotaan memiliki infrastruktur yang lebih lengkap dan cenderung menjadi pusat aktivitas perekonomian. Karakteristik tersebut menjadi salah satu penyebab TPT perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan TPT perdesaan.
Sebagai informasi, TPT merupakan indikator ketenagakerjaan yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak/belum terserap oleh pasar kerja. TPT hasil Sakernas Agustus 2024 sebesar 4,19 persen. Hal ini berarti dari tiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 4 atau 5 orang penganggur.
Penganggur dalam hal ini adalah mereka yang tidak bekerja tapi sedang mencari pekerjaan dan atau sedang mempersiapkan usaha baru dan atau sudah punya pekerjaan/usaha tapi belum mulai atau mereka yang putus asa sehingga tidak lagi mencari pekerjaan/mempersiapkan usaha. TPT pada Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 0,69 persen poin dibandingkan Agustus 2023.
