Nobar Wayang Kulit, Cabup Blitar Rijanto Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya 

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

12 - Oct - 2024, 02:30

Rijanto berkomitmen lestarikan wayang kulit sebagai warisan budaya.


JATIMTIMES– Di tengah gempuran modernisasi, warisan budaya lokal kerap terpinggirkan. Namun, hal tersebut tak berlaku di Kabupaten Blitar. Baru-baru ini, calon Bupati Blitar nomor urut 01, Rijanto, menegaskan komitmennya untuk melestarikan budaya tradisional, terutama wayang kulit, yang merupakan salah satu kekayaan warisan budaya Nusantara.

Pada acara nonton bareng (nobar) wayang kulit yang diselenggarakan di Kanigoro, pada Jumat malam (11/10/2024), Rijanto hadir bersama Anggota DPRD Jawa Timur, Erma Susanti dan Guntur Wahono dari PDIP, serta Heri Romadhon dari PAN. Acara tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang ingin menikmati pertunjukan seni tradisional ini.

Baca Juga : Kolaborasikan UMKM dengan Pemuda, Dispora Kabupaten Malang Gelar Gebyar Kreativitas Pemuda

“Saya sangat senang bisa hadir dalam acara wayangan seperti ini. Wayang kulit adalah bagian penting dari budaya kita, dan saya merasa bahwa acara seperti ini harus terus kita pupuk dan kembangkan,” ujar Rijanto dalam sambutannya. Dia menyatakan keyakinannya bahwa warisan budaya ini harus dilestarikan dan dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Rijanto juga menegaskan bahwa upaya pelestarian ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diimplementasikan dalam kebijakan nyata. “Insya Allah, kalau saya diperkenankan kembali memimpin Kabupaten Blitar, saya berkomitmen untuk terus memperhatikan warisan-warisan budaya yang ada di daerah ini, termasuk wayang kulit,” lanjutnya.

Wayang kulit merupakan seni pertunjukan tradisional yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Di tengah globalisasi, seni ini menghadapi tantangan besar, terutama di kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan hiburan modern. Oleh karena itu, acara-acara seperti nobar wayang kulit menjadi sarana penting untuk memperkenalkan kembali seni ini kepada masyarakat, khususnya kepada generasi milenial.

Erma Susanti, Anggota DPRD Jawa Timur, yang turut hadir dalam acara ini, juga menekankan pentingnya melestarikan budaya lokal. "Wayang kulit bukan hanya sebuah tontonan, tapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang bisa kita pelajari. Ini adalah salah satu cara kita menjaga identitas bangsa," ujarnya.

Selain itu, dia juga berharap acara semacam ini bisa menjadi agenda rutin, bukan hanya di Kabupaten Blitar tetapi di seluruh Jawa Timur. "Kami akan terus mendukung kegiatan kebudayaan seperti ini agar bisa terus berkembang dan tidak punah," tambahnya.

Rijanto menjelaskan, pelestarian budaya bukan hanya soal menggelar pertunjukan wayang, tetapi juga mencakup upaya mendidik generasi muda agar mencintai dan memahami seni tradisional ini. Salah satu caranya adalah dengan memasukkan unsur budaya dalam kurikulum pendidikan, serta memperbanyak pelatihan-pelatihan seni wayang di kalangan anak-anak dan remaja.

“Tidak cukup hanya mengadakan acara, tapi kita juga harus mendidik generasi muda agar mereka paham dan bangga dengan warisan budaya kita. Ini adalah tugas kita bersama,” tegas Rijanto.

Baca Juga : Produsen Tas Kulit Alfi Leather Hasil Tangan Dingin Nyai Lathifah: Berantas Pengangguran, Pekerjakan 45 Karyawan

Ia juga berencana untuk menggandeng seniman-seniman lokal agar lebih aktif terlibat dalam program pelestarian budaya. Menurutnya, para seniman inilah yang menjadi ujung tombak dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional, seperti wayang kulit.

Seiring berjalannya waktu, seni wayang kulit memang menghadapi tantangan besar. Namun, dengan adanya komitmen kuat dari tokoh-tokoh lokal seperti Rijanto, harapan untuk menjaga warisan budaya ini tetap hidup masih sangat besar.

Acara nonton bareng wayang kulit di Kanigoro ini adalah bukti bahwa masyarakat masih memiliki antusiasme terhadap seni tradisional. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, para seniman, dan masyarakat, wayang kulit diharapkan dapat terus berkembang dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Pilkada Kabupaten Blitar 2024 sendiri diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Rijanto-Beky Herdihansah yang diusung oleh PAN, PDIP, dan Partai Nasdem, serta pasangan petahana Rini Syarifah-Abdul Ghoni yang didukung koalisi partai lainnya seperti PSI, Demokrat, PKS, PKB, Golkar, PPP, dan Gerindra.


Topik

Politik, Calon bupati Blitar, rijanto, pilkada kabupaten Blitar,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette