Viral! Mahasiswa Binus Malang Diduga Lakukan Kekerasan Seksual dan Memaksa Aborsi
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
04 - Oct - 2024, 06:18
JATIMTIMES - Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang menjadi viral di media sosial. Mahasiswa yang diinisialkan dengan nama ROS itu diduga telah melakukan kekerasan seksual berkali-kali terhadap beberapa korban, bahkan hingga memaksa aborsi.
Kasus ini menjadi sorotan setelah diungkap oleh akun X @atalaricc yang merinci insiden tersebut, termasuk identitas terduga pelaku.
Dalam postingan tersebut, akun @atalaricc menuliskan bahwa ROS, yang juga dikenal sebagai Ralvio, tidak hanya sekali melakukan tindakan kekerasan seksual, tetapi sudah tiga kali terlibat dalam kasus kehamilan tanpa tanggung jawab. Selain itu, korban juga dipaksa untuk melakukan aborsi, yang berdampak tidak hanya pada fisik tetapi juga kesehatan mental korban.
“Ralvio, mahasiswa Binus Malang, melakukan kekerasan seksual, memaksa aborsi, dan tidak pernah bertanggung jawab. Bahkan dia suka menggunakan kekerasan seperti memukul dan menjambak saat pacarnya menolak berhubungan seksual," tulis akun @atalaricc.
Lebih lanjut, akun tersebut mengungkapkan bahwa pada suatu waktu, ketika pacarnya mengalami perdarahan setelah dipaksa aborsi, ROS justru meninggalkan korban dan pergi berpesta. Korban yang dibiarkan sendirian harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya yang semakin parah, bahkan sampai harus dirawat inap tanpa mendapat perhatian dari ROS.
Menurut unggahan tersebut, keluarga ROS diduga terlibat dalam memaksa korban untuk segera melakukan aborsi, bahkan mengeluarkan ancaman kepada korban jika tidak mengikuti keinginan mereka. “Keluarganya malah ikut memaksa korban untuk aborsi dan terus menyalahkan serta menghina korban dengan kata-kata yang tidak pantas," ungkap akun tersebut.
Kasus ini mengundang reaksi keras dari netizen yang mengecam tindakan pelaku serta keluarganya yang dianggap melindungi kelakuan buruk ROS. Netizen juga menyuarakan dukungan kepada korban yang harus menjalani penyembuhan baik fisik maupun mental akibat kekerasan yang dialaminya.
Korban tindakan kekerasan seksual dan pemaksaan aborsi ini tidak hanya menderita secara fisik, tetapi juga mengalami trauma psikologis yang mendalam. Dalam keterangan akun tersebut, korban juga harus berkonsultasi secara rutin dengan psikolog dan psikiater akibat tekanan mental yang dialaminya. Tindakan kekerasan yang dilakukan ROS tidak hanya memberikan luka fisik, tetapi juga membebani kondisi mental korban secara berkepanjangan.
Kasus ini telah menarik perhatian publik, yang mendesak agar pihak universitas maupun aparat penegak hukum segera turun tangan. Netizen berharap ada tindakan tegas terhadap ROS serta keluarganya yang dianggap melindungi tindakan bejat tersebut. Beberapa warganet juga menyarankan agar korban melaporkan kasus ini ke pihak berwenang untuk mendapatkan keadilan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Universitas Bina Nusantara terkait kasus ini. Media ini masih berupaya mengonfirmasi terkait kasus yang viral di X tersebut.
