Cerita dan Rasa Kuliner Nusantara Singgahi Kota Batu, Ajak Penikmat Kuliner Keliling Pabrik Olahan Apel
Reporter
Irsya Richa
Editor
A Yahya
28 - Sep - 2024, 07:30
JATIMTIMES - Malang Raya menjadi salah satu daerah yang terpilih dalam CERIA (cerita dan rasa) Kuliner Nusantara bertajuk ‘Menyatukan Tradisi dan Tradisi, Mengangkat Kuliner Indonesia ke Mata Dunia’. Alasannya, karena Malang Raya menjadi salah satu daerah yang kaya akan keanekaragaman kuliner.
Kegiatan yang digelar Opaper App yang merupakan platform pemberdayaan industri restoran, sudah menjelajahi sejumlah tempat wisata ikonik di Kota Malang dan Kota Batu, sejak Rabu-Kamis (25-26/92024) lalu. Ada beragam kuliner khas Malang raya yang dijajaki seperti surabi imut, ronde titoni, hingga lokasi kuliner bersejarah Toko Oen, menjadi bagian dari perjalanan kuliner di Malang raya.
Baca Juga : Pengunjung Museum Mpu Purwa Per September 2024 Tembus 9 Ribu Orang
Puncaknya, Kota Batu jadi lokasi terakhir dengan beragam kegiatan pada hari Sabtu (28/9/2024) Mulai acara talk show dan cipta rasa kuliner atau mengolah bahan pangan dari produk apel.
Kegiatan ini berlangsung di pabrik apel celup yang dikemas menarik. Di sana para penikmat kuliner diajak berkeliling area pabrik dan perkebunan apel yang ada di sekitar lokasi pabrik, tepatnya di Jalan Pangeran Diponegoro, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
CEO Opaper Apps, Joanathan McIntosh mengatakan, dalam risetnya ternyata ada beberapa bahan pangan yang mulai sulit didapat di tengah perubahan gaya hidup, dan bertambahnya penduduk. Satu dari sekian yang terdampak adalag apel.
Sehingga olahan produk apel perlu dikembangkan, salah satunya dengan minuman apel celup, yang diproduksi pabrik di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini.
“Ternyata apel itu sudah sangat-sangat susah dicari ya kan. Jadi kita pengen kenapa nih kalau misalnya apelnya hilang nanti Batu dipanggilnya kota apa dong. Jadi kita pilih emang daerah-daerah yang kulinernya itu bisa dimajukan, sudah maju tapi bahan pangannya itu sudah makin menurun interestnya,” ungkap Joana.
Komitmen ini tak hanya melestarikan warisan yang sudah ada, tapi juga memperkuat branding Indonesia dengan penemuan warisan ikonik terbaru untuk mendukung pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di setiap kota yang dikunjungi.
Selain Malang Raya, ada Bandung, Jogjakarat dan Jakarta. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mampu menyatukan tradisi dan inovasi, mengurangi kelaparan, menciptakan peluang kerja, dan mendidik generasi muda. Melalui kolaborasi, kami melindungi keanekaragaman hayati dan memperkuat identitas budaya, menciptakan warisan yang abadi dan bermakna untuk masa depan Indonesia,” ungkap Joana.
Baca Juga : Sambut Series 5, Ada 59 Desainer Akan Ikuti Malang Fashion Runway 2024
Bukan tanpa alasan, Malang Raya dipilih menjadi salah satu lokasi, lantaran kaya akan keanekaragaman kuliner. Sebab tidak hanya dikenal dengan makanan tradisionalnya yang memanjakan lidah, tetapi juga sebagai pusat perkembangan kuliner modern yang terus berkembang.
“Barapkan kita dapat mengenal lebih dalam kekayaan budaya lokal yang penuh cerita dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi,” imbuh Joana.
Dengan memadukan kekayaan bahan lokal dan tradisi yang beragam, program ini mengeksplorasi dan menginovasi kuliner tradisional, menghadirkan hidangan yang otentik namun relevan dengan selera masa kini. Ini adalah langkah untuk mengangkat industri kuliner lokal, memajukan pariwisata gastronomi, dan memperkuat identitas bangsa.
“Sehingga, bisa memberikan dukungan terhadap pengusaha kuliner lokal, memperkuat komunitas kuliner nusantara, inovasi warisan kuliner nusantara dan edukasi pengembangan bisnis kuliner,” tutup Joana.
