Tri Rismaharini Terhimpit Dua Kader NU di Benteng Massa Nahdliyin di Pilgub Jatim
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
Dede Nana
24 - Sep - 2024, 11:33
JATIMTIMES - KPU Jawa Timur telah resmi menetapkan tiga calon gubernur Jawa Timur. Nomor urut 1 Paslon Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim, nomor urut 2 Paslon Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Paslon nomor urut 3 Tri Rismaharini-Azrul Azhar Asumta (Gus Hans). Tersisa waktu sekitar dua bulan sebelum masa pemilihan tiba pada 27 November 2024 mendatang. Sementara masa kampanye akan dimulai pada 25 September ini.
Diketahui Jawa Timur adalah tempat dimana lahirnya organisasi terbesar Ummat Muslim, Nahdlatul Ulama (NU). Dan saat ini ada dua kader NU yang akan bersaing dalam Pilkada Jatim. Yakni, Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa dan Luluk Nur Hamidah yang pernah menjadi Ketua Umum Kopri PB PMII.
Baca Juga : Jalin Kerja Sama dengan Pemprov Jatim, BPH Migas Ingin BBM Subsidi Tepat Sasaran
Sementara calon lain, Tri Rismaharini memiliki latar belakang seorang birokrat. Dahulunya adalah PNS di Pemkot Surabaya yang kemudian menjabat sebagai wali kota dua periode serta pernah menjadi Menteri Sosial.
Dalam sesi konferensi pers usai pendaftaran di KPU Jatim, Luluk Nur Hamidah menyampaikan ingin adanya perubahan di Jatim yang lebih makmur, butuh tekat yang kuat. Untuk itu dibutuhkan mental perubahan, bahwa kesejahteraan masyarakat harus dapat diraih dan diwujudkan bersama-sama.
Dia menjelaskan Jatim memiliki kekuatan agraris maritim. Kesuburan tanah dan kekayaan alam begitu melimpah yang idealnya dapat menampung jutaan pekerja.
"Ini adalah momentum untuk menciptakan lapangan-lapangan kerja baru. Ataupun lapangan kerja yang lain, yang kiranya cocok dengan kebutuhan," pungkasnya.
Sementara itu Cagub nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa setelah mendapatkan nomor urut langsung sungkem pada gurunya yaitu Nyai Hj Masruroh Wahid. Saat sungkem, ia didawuhi oleh sang guru satu kalimat yang dikatakan Khofifah sangat menyejukkan.
“Beliau guru saya dawuh, khairul umur ausathuha. Yang maknanya yang terbaik adalah yang di tengah-tengah,” ujarnya.
Lebih lanjut Khofifah menegaskan bahwa selama lima tahun memimpin Jawa Timur di periode pertama tahun 2019-2024, telah banyak prestasi yang dihasilkan. Bahkan menjadi provinsi dengan prestasi terbanyak dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
Baca Juga : Dapat Nomor Urut 2, Cagub Jatim Khofifah: Melambangkan Optimisme dan Semangat
“Jawa timur telah berada pada posisi yang sangat prima menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Dan menjelang 2030, menjadi tahun-tahun yang sangat menentukan sehingga dibutuhkan kerja keras dan jerih payah semua elemen strategis Jawa Timur untuk menyongsong Indonesia Emas,” tegasnya.
Berbeda dengan Luluk dan Khofifah yang menyempatkan waktu untuk menyapa wartawan usai pengundian nomor urut, Cagub nomor urut 3, Tri Rismaharini malah tidak terlihat hadir di tempat konferensi pers yang disiapkan KPU di lantai 1, hotel Grand Mercure, Kota Surabaya.
Yang hadir justru adalah wakilnya Tri Rismaharini, Gus Hans. Namun Gus Hans tak menyampaikan apapun terkait Risma yang memilih tak ikut konferensi pers. Ia hanya menyampaikan bahwa nomor urut 3 sesuai harapannya. Ia pun mengartikan nomor urut 3 sebagai simbol kelahiran, kehidupan, dan kematian.
"Saya menduga jangan-jangan Gusti Allah percaya, bahwa Bu Risma dan saya akan bisa mengurusi semua hal dalam kehidupan di Jawa timur," kata Gus Hans.
Ia pun mengungkapkan bahwa nomor 3 merupakan nomor yang selalu digunakan dalam kebiasaan hidup, seperti wudu dan bacaan sholat yang juga diulangi 3 kali. "Mudah-mudahan ini menjadi cara Allah, untuk membuat orang-orang agar dengan gampang mengingat nomor tiga," imbuhnya.
