Bukan Karena Daki, Dokter Vania Ungkap Penyebab Leher Belakang Menghitam
Reporter
Mutmainah J
Editor
Nurlayla Ratri
08 - Sep - 2024, 07:50
JATIMTIMES - Sebagian besar orang mungkin banyak yang masih berpikir bahwa kulit leher yang hitam atau lebih gelap dari bagian lainnya disebabkan oleh kotoran kulit atau yang biasa juga disebut daki.
Realitanya, jika leher menghitam karena penumpukan daki maka hal itu seharusnya sudah menghilang setelah dilakukan perawatan.
Baca Juga : Kemendikbudristek Turunkan Tim Usust soal Dugaan Bullying PPDS FK Undip
Namun siapa yang menyangka jika ternyata penyebab leher hitam tidak selalu daki atau kotoran kulit.
Leher menghitam dipicu oleh sejumlah tanda kesehatan dalam tubuh. Hal ini sebagaimana diungkap oleh dr. Vania Utami.
dr. Vania menjelaskan, jika ada seseorang yang mengalami perubahan warna pada kulit leher menjadi menghitam, patut diwaspadai adanya acanthosis nigricans. Ini adalah kondisi kulit di mana area tertentu, seperti leher, ketiak, atau selangkangan, menjadi gelap, tebal, dan terasa seperti beludru. Kulit yang terkena mungkin juga menjadi kasar atau bertekstur.
Menurutnya, kondisi ini bukanlah penyakit, melainkan tanda tubuh sedang memberi sinyal bahwa ada masalah kesehatan.
"Ini bukan karena akibat males mandi terus dakinya numpuk, terlalu kena sinar matahari, atau nggak pakai skincare, ini sebenarnya sinyal dari tubuh. Sedang ngasih tahu, ada yang nggak beres dari kebiasaan dan gaya hidup, biasanya berkaitan dengan obesitas dan resistensi insulin," ungkap dr. Vania dikutip dari akun Tiktoknya @dr.Vania.Utami, Minggu (8/9/2024).
Diketahui, resistensi insulin adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Ini biasa terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2 atau yang berisiko tinggi terkena diabetes.
Baca Juga : Olah TKP Laka Maut di Gamping Campurdarat, Begini Kronologinya
Tak hanya obesitas dan resistensi insulin saja, namun acanthosis nigricans juga bisa disebabkan adanya gangguan hormon Kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), hipotiroidisme, atau gangguan hormon lainnya. Acanthosis nigricans juga bisa terjadi pada individu yang sehat secara fisik, tetapi memiliki kecenderungan genetik.
dr. Vania mengatakan, untuk penanganan acanthosis nigricans fokus pada mengatasi penyebab yang mendasarinya, seperti mengendalikan kadar gula darah, menurunkan berat badan, atau mengubah pengobatan yang digunakan. Perawatan kulit topikal, seperti krim pencerah atau pengelupasan kimia ringan, dapat membantu memperbaiki penampilan kulit.
Ia juga menyarankan agar bagi penderita acanthosis nigricans sesegera mungkin memeriksakannya ke dokter.
"Harus periksa ke dokter lebih cepat lebih baik, bisa melakukan pemeriksaan ke dokter penyakit dalam, atau ke dokter umum untuk screening," tandasnya.
