Peralihan ke Musim Hujan Diprediksi Mulai November, BPBD Susur Sungai Petakan Sumbatan
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Yunan Helmy
06 - Sep - 2024, 01:18
JATIMTIMES - Potensi bencana alam terus diwaspadai di Kota Batu yang merupakan daerah rawan. Selain antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau seperti ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu memitigasi potensi banjir bandang dan longsor jelang peralihan ke musim penghujan yang diprediksi mulai November mendatang.
"Bersama tim gabungan, kami telah melakukan patroli mitigasi banjir bandang antisipasi di musim hujan nanti," ujar Kepala Pelaksana (Kapaksa) BPBD Kota Batu Agung Sedayu, Jumat (6/9/2024).
Baca Juga : Oknum LSM Obok-Obok Desa di Kecamatan Gondang, Ancam Audit dan Berujung Minta Duit
Untuk mengetahui dan mengantisipasi peta potensi banjir, BPBD Kota Batu bersama tim gabungan secara intens mulai melakukan patroli gabungan dengan susur sungai. Yakni memantau adanya ruang-ruang yang bisa menjadi bendung alam dari material pepohonan hingga bebatuan.
Agung menjelaskan, susur sungai dalam rangka pemetaan potensi sumbatan batang kayu di curah atau aliran sungai serta dilanjutkan kegiatan mitigasi banjir bandang sumbatan dari hasil pemetaan yang telah dilakukan. Mengingat riwayat bencana banjir yang terjadi beberapa tahun lalu sangat fatal dampaknya, proses susur sungai untuk pemetaan dan pencegahan sumbatan dilakukan jauh hari.
"Kami jadikan agenda tahunan selama puncak musim kemarau dan menjelang datangnya musim hujan. Upaya ini bertujuan untuk memberikan rasa aman," tambahnya.
Dikatakan, patroli gabungan akan dilaksanakan sebanyak 5 kali, susur sungai 5 hari, dan kegiatan mitigasi banjir bandang 7-10 hari sesuai kebutuhan serta piket personel selama musim kemarau.
Ia berharap agar masyarakat waspada saat beraktivitas di lahan pertanian. Selain agar kebakaran lahan dan hutan bisa dihindari, juga antisipasi banjir bandang. BPBD dan tim gabungan belum lama ini sudah menyusuri beberapa titik sungai untuk memetakan sumbatan batang kayu. Antara lain curah Pusung Lading di Desa Bulukerto Bumiaji, Sungai Sengonan Desa Sumbergondo, dan Jurang Susuh. Pada Kamis (5/9/2024), tim gabungan menyusur Curah Krecek, Desa Tulungrejo, Bumiaji.
"Pasca-pemetaan, beberapa hari ke depan akan dilakukan pembersihan material di 4 curah. Antara lain Pusung Lading, Jurang Susuh, Sengonan dan Curah Krecek," ungkapnya.
Baca Juga : Remaja Pengendara Vixion Tewas Usai Tabrak Median Jalan di Pakis Malang
Seperti diketahui, banjir bandang terparah sepama satu dekade terakhir di Kota Batu terjadi pada November 2021 lalu. Selain memakan korban jiwa, kerugian materil akibat banjir bandang juga sampai menghanyutkan rumah warga dan bangunan.
BPBD Kota Batu membuat kajian strategis terkait pemetaan potensi bahaya banjir bandang di Kota Batu pada 2024 ini. Hasil kajian itu menyebutkan setidaknya 2.698,75 hektar kawasan di kota wisata itu terkategori bahaya level tinggi.
Ribuan hektare lahan berpotensi tinggi terjadi banjir bandang itu tersebar di 3 wilayah kecamatan. Yakni Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo.
Sejumlah desa juga terkategori bahaya level tinggi. Yakni di Kecamatan Batu ada Desa Pesanggrahan, Desa Sidomulyo, Sumberejo, Ngaglik dan Temas. Di Kecamatan Bumiaji ada Desa Pandanrejo dan Punten. Sementara di Kecamatan Junrejo ada Desa Junrejo, Mojorejo, Tlekung, Pendem dan Dadaprejo.
