Bedak PKL Jalan Sultan Agung Kota Batu Terancam Digusur, Pedagang Keluhkan Belum Ada Solusi Relokasi

05 - Sep - 2024, 04:02

Bedak pedagang di Jalan Sultan Agung Kota Batu terancam digusur. Pedagang diminta mengosongkan hingga tenggat waktu 27 September 2024 sesuai surat pemberitahuan yang disampaikan Satpol-PP Kota Batu belum lama ini. (Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Bangunan bedak dan warung semi permanen pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sultan Agung Kota Batu terancam digusur. Hal ini pasca para pedagang menerima surat pemberitahuan penertiban oleh Satpol PP Kota Batu dengan tenggat waktu maksimal 27 September 2024. 

Bedak-bedak ini dianggap bangunan tak berizin. Sehingga, pedagang diminta mengosongkan lokasi untuk rencana penataan gorong-gorong.

Baca Juga : Pamsimas Tahap II Sasar 12 Desa di Jombang

Menurut penelusuran JatimTIMES di lokasi terkait, sejumlah pedagang membenarkan adanya rencana tersebut. Beberapa bedak yang masih tutup saat siang hari juga terlihat beberapa tempelan pemberitahuan untuk pengosongan. 

Selebaran tersebut merupakan tanda peringatan dari Satpol PP Kota Batu untuk mensterilkan kawasan sekitar. Di antaranya juga merasa belum dilakukan sosialisasi secara langsung terkait rencana tersebut sehingga membuat mereka terkejut.

Berdasarkan dokumen surat pemberitahuan yang diterima pedagang, tertulis adanya kesimpulan bahwa bedak atau lapak pedagang di sepanjang Jalan Sultan Agung tidak memiliki izin. Serta dianggap melanggar Perda nomor 6 tahun 2021 tentang penataan PKL, dan Perda nomor 7 tentang ketertiban umum.

Melalui Satpol PP, Pemkot Batu mengimbau agar pedagang segera mengosongkan Bedak di area sebelum tanggal 27 September 2024. Jika tidak dibongkar secara mandiri, akan dibongkar Satpol PP Kota Batu dan dilakukan penyitaan hingga pemusnahan. Surat itu ditandatangani Kepala Satpol-PP Kota Batu Abdul Rais.

Agis, pedagang asal Kecamatan Batu merasa was-was. Sebab, belum ada solusi atau rencana tindak lanjut ke depan jika benar-benar digusur. Menurut dia pedagang membutuhkan tempat relokasi.

"Kalau kemarin dari sekitar dua hari yang lalu kami dapat surat pemberitahuan digusur ini. Yang ada orangnya dikasih yang tidak ada orangnya ditempel di tempat. Tapi tidak ada solusi lagi, entah relokasi atau gimana," ujar Agis kepada JatimTIMES, Kamis (5/9/2024).

Ia mengaku informasi wacana sebelumnya sudah ada sejak masa pandemi lalu. Yakni rencana pembangunan dan penataan gorong-gorong dan pedestrian. Namun, baru-baru ini kaget karena diharuskan mengosongkan tempat. Sebagai pedagang kaki lima, pihaknya merasa dirugikan secara langsung dengan tanpa adanya informasi relokasi.

"Kalau begini kami orang kecil lagi yang kena dampak. Katanya mau bikin gorong-gorong. Tidak ada pemberitahuan (rencana) relokasi dimana, katanya ada yang masuk ke Bukit Bintang (Area Kafe) tapi tempatnya di bagian terluar. Sedangkan jumlah pedagang banyak," jelasnya.

Baca Juga : Kabar Duka, Ekonom Senior Faisal Basri Meninggal Dunia, Ini Sosoknya

Dikatakannya, di area sekitar tempatnya berjualan makanan, ada sekitar lebih dari 24 pedagang. Sebagian besar mereka tergabung dalam paguyuban. Mereka juga terkoneksi dengan jaringan PKL di Kota Batu.

"Kemarin juga baru saja dipasang tanda dilarang parkir (dilarang berhenti), sudah berdampak juga lebih jarang orang mampir," tuturnya.

Atas dasar keluhan yang sama, lanjut Agis, para pedagang merencanakan mendatangi Dewan Perwalian Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu untuk mengadu dan menyampaikan protes. Hak tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Rencananya akan ke DPRD karena sudah diminta mengosongkan belum ada relokasi, mau digusur. Ya, semoga ada solusinya," imbuh Agis.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Batu Abdul Rais ketika dikonfirmasi perihal pengosongan, pihaknya belum memberikan jawaban saat dihubungi. Hingga berita ini ditulis, pihaknya belum menanggapi upaya konfirmasi.


Topik

Peristiwa, Kota Batu, PKL, Jalan Sultan Agung, penggusuran,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette