Pilgub Jatim Dominan Lihat Figur, Ancaman Kuat Incumbent dari Risma
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
Dede Nana
04 - Sep - 2024, 03:12
JATIMTIMES - Pasangan petahana Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak diprediksi bisa kembali mendapatkan suara terbanyak pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024 kali ini. Hal ini dikatakan oleh Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul kepada awak media, Rabu (4/9/2024).
Menurut Adib, ada beberapa faktor yang menjadi peran penting yang menjadi modal kuat Khofifah. Pertama, dalam pilkada masyarakat lebih dominan melihat figur dan baru Kemudian partai politik.
Baca Juga : Modis Tanpa Menambah Sampah, Thrifting Jadi Solusi Fast Fashion
Figur akan dilihat sejauh mana popularitas, elektabilitas, dan akseptabilitas atau penerimaan figur tersebut di masyarakat. Kemudian sejauh mana calon sudah berbuat atau track record kinerjanya seperti apa.
“Jika dilihat seperti ini, Khofifah lebih diunggulkan lantaran pengalaman lebih banyak dari Tri Rismaharini dan Luluk Nur Hamidah. Apalagi Khofifah juga matang secara organisasi," ungkap Adib yang juga Dosen Fisip Unis.
"Dia pernah menjadi anggota DPR, menteri dan gubernur. Track record itu yang tidak dimiliki dua pesaingnya. Yang paling mendekati saya kira Risma, itu pun hanya wali kota dan menteri,” lanjutnya kembali.
Khusus bagi Khofifah, kata Adib, jika Khofifah bisa mengkonversikan figur yang dominan dengan mesin partai yang mendukungnya, maka peluang menang justru akan menjadi lebih besar.
“Kalau pun harus head to head, maka Risma memang yang paling mendekati. Risma figur populer, tapi calon wakil gubernur yang tidak bisa mensupport suara basis elektoralnya. Berbeda dengan Khofifah yang ditunjang dengan Emil Dardak yang menyumbang suara signifikan terutama kalangan muda gen z," tegasnya.
Baca Juga : Guru SMPN 2 Singosari Malang Sumbang Medali Emas PON XXI 2024 untuk Jatim
Kedua, masih kata Adib, banyak anggapan suara NU akan terpecah. Tetapi hal itu diprediksi tidak secara signifikan.
Dijelaskannya, PDIP dan PKB bisa mendapat suara besar di Pileg, tetapi nantinya akan berbeda dengan Pilkada. Sebab, pada saat Pileg, Caleg berjuang dan mendapatkan suara, secara otomatis partai juga mendapatkan suara.
“Dan ini pilkada, bukan pileg. Justru saya memprediksi suara Pilpres kemarin akan linier dengan suara Pilkada. Dengan didukung koalisi KIM, Representasi Khofifah adalah Prabowo-Gibran. Sementara Khofifah juga didukung Muslimat yang bisa diandalkan,” tegasnya.
