free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Gaya Hidup

Modis Tanpa Menambah Sampah, Thrifting Jadi Solusi Fast Fashion

Penulis : Basworowati Prasetyo Nugraheni - Editor : Nurlayla Ratri

04 - Sep - 2024, 13:51

Loading Placeholder
Trend Thrifting Shop

JATIMTIMES- Di tengah maraknya perdebatan tentang dampak negatif industri fashion cepat atau fast fashion, thrifting atau berbelanja barang bekas disebut sebagai solusi sederhana namun efektif untuk mengurangi dampak buruk tersebut. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya memilih alternatif yang lebih berkelanjutan, dan thrifting menawarkan cara praktis untuk berkontribusi pada perlindungan lingkungan.

Industri fast fashion dikenal karena model bisnisnya yang mengedepankan produksi massal dan perputaran cepat tren mode. Hal ini berkontribusi pada berbagai masalah, mulai dari eksploitasi tenaga kerja hingga pencemaran lingkungan. 

Baca Juga : Guru SMPN 2 Singosari Malang Sumbang Medali Emas PON XXI 2024 untuk Jatim

Menurut laporan Greenpeace, industri fashion adalah salah satu penyumbang utama polusi mikroplastik dan limbah tekstil. Bahan-bahan sintetis yang umum digunakan dalam fast fashion tidak hanya mencemari tanah dan air, tetapi juga sulit terurai secara alami.

Thrifting, yang merujuk pada membeli pakaian dan aksesori bekas, menawarkan sejumlah manfaat. Dengan memilih untuk berbelanja barang-barang secondhand, konsumen tidak hanya mengurangi permintaan untuk produksi baru tetapi juga mengurangi limbah tekstil. 

Setiap item yang dipilih dari toko barang bekas atau pasar loak adalah langkah kecil namun berarti dalam upaya pengurangan sampah.

Dengan thrifting, kita tidak hanya mendapatkan pakaian unik dan berkualitas dengan harga terjangkau, tetapi juga membantu mengurangi dampak negatif dari produksi fashion massal.

Thrifting bukan hanya tentang mendapatkan barang murah, tetapi juga tentang membuat pernyataan tentang nilai dan kesadaran lingkungan. Ini adalah bentuk kreativitas dan kesadaran sosial yang semakin berkembang di kalangan masyarakat.

Seiring dengan semakin populernya thrifting, banyak pelaku usaha juga mulai memperhatikan potensi pasar ini. Toko-toko barang bekas, event-event bazar baju thrifting dan pasar loak semakin banyak bermunculan, menawarkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan dan sensasi yang berbeda.

Selain itu, banyak aplikasi dan situs web kini menyediakan platform bagi konsumen untuk membeli dan menjual barang bekas dengan mudah.

Baca Juga : Bagaimana Hukum Berdoa namun Tidak Tahu Maknanya? Ini Kata Buya Yahya

Seperti yang diceritakan oleh Eka, salah satu pelaku usaha thrifting. 

“Kalau dulu saya lihat trend trifthing ini seperti naik dan diminati anak muda, jadi saya memberanikan diri untuk berbisnis pakaian thrifting ini,” ujarnya.

"Dari pengalaman saya selama ini yang paling bagus kualitas dan harga jual dipasaran ya barang sisa ekspor. Karena barang minim reject. Kalau untuk persaingan sih saya rasa wajar ya, karena segmen kita kan juga berbeda-beda,” tambahnya. 

Dengan dukungan yang terus berkembang dan kesadaran yang meningkat tentang dampak lingkungan dari fast fashion, thrifting menawarkan solusi yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. Menjadi bagian dari perubahan ini berarti tidak hanya membuat pilihan yang lebih bijaksana dalam berbelanja tetapi juga berperan aktif dalam menjaga bumi. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Basworowati Prasetyo Nugraheni

Editor

Nurlayla Ratri

Gaya Hidup

Artikel terkait di Gaya Hidup

--- Iklan Sponsor ---