Puskesmas Kepanjenkidul Temukan Jentik Anopheles di Empat Kelurahan, Warga Kota Blitar Diminta Tingkatkan PHBS
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
30 - Aug - 2024, 12:44
JATIMTIMES – UPT Puskesmas Kepanjenkidul Kota Blitar telah mengidentifikasi adanya jentik nyamuk Anopheles di empat kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Kepanjenkidul. Penemuan ini dilakukan dalam rangkaian pemeriksaan sungai dan kolam guna mengantisipasi penyebaran penyakit malaria. Kepala UPT Puskesmas Kepanjenkidul, Triana Sulistyaningsih, mengungkapkan bahwa temuan ini mengindikasikan potensi penyebaran malaria yang lebih tinggi di daerah tersebut.
Menurut Triana, empat kelurahan yang harus diwaspadai terkait penyebaran penyakit malaria akibat nyamuk Anopheles adalah Kelurahan Tanggung, Bendo, Sentul, dan Kauman. "Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan di sejumlah sungai dan kolam, ditemukan jentik nyamuk Anopheles di empat kelurahan tersebut. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi warga sekitar untuk lebih waspada terhadap penyebaran penyakit malaria," ujar Triana, Kamis (29/8/2024).
Baca Juga : Realisasi Pajak Sejumlah Sektor di Kota Batu Masih Rendah, Salah Satunya Parkir
Untuk menanggulangi potensi wabah malaria, Puskesmas Kepanjenkidul telah menjalin kerja sama dengan Kantor Kecamatan Kepanjenkidul dalam berbagai upaya pencegahan. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat. Triana menekankan pentingnya penerapan PHBS oleh warga sekitar sebagai upaya preventif. "Dengan PHBS yang baik, kita bisa mencegah perkembangan nyamuk Anopheles dan meminimalisir risiko penyebaran malaria," tambahnya.
Sebagai bagian dari tindakan pencegahan yang lebih konkret, Triana menyebutkan bahwa Puskesmas Kepanjenkidul bersama pihak Kantor Kecamatan akan melakukan pembersihan di empat lokasi yang teridentifikasi berpotensi menjadi sarang nyamuk Anopheles. Kegiatan ini akan dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat. "Pembersihan di lokasi-lokasi yang berpotensi ini akan dilakukan secara intensif untuk memutus rantai perkembangan nyamuk Anopheles. Kami berharap partisipasi aktif dari masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih," jelasnya.
Selain pembersihan, Puskesmas Kepanjenkidul juga akan melakukan sosialisasi lebih lanjut terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Sosialisasi ini akan melibatkan kader kesehatan dan tokoh masyarakat untuk menyebarluaskan informasi pencegahan malaria secara lebih efektif.
Dalam penanganan penyakit malaria, keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Triana berharap dengan adanya kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, penyebaran malaria di Kecamatan Kepanjenkidul dapat dicegah. "Kami berharap semua pihak bisa berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengikuti anjuran kesehatan yang telah diberikan, sehingga kasus malaria di wilayah ini bisa ditekan," pungkasnya.
Baca Juga : Menghitung Kekuatan Tiga Bakal Pasangan Calon Wali Kota Malang
Pemerintah Kota Blitar melalui Puskesmas Kepanjenkidul terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya malaria dan pentingnya pencegahan sejak dini. Dalam beberapa waktu ke depan, program-program pencegahan dan edukasi terkait malaria akan terus digalakkan, terutama di daerah-daerah yang teridentifikasi sebagai wilayah berisiko tinggi.
