Tidak Harus KIM Plus, Gerindra Kota Malang Terbuka Ihwal Koalisi

Reporter

Hendra Saputra

25 - Aug - 2024, 03:11

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)


JATIMTIMES - DPC Partai Gerindra Kota Malang terbuka untuk koalisi yang akan diusung pada Pilwali 2024. Dalam hal ini, Gerindra di daerah tidak harus mutlak koalisi dengan KIM Plus seperti di pusat.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan arahan dari pusat ihwal koalisi. Dalam hal ini pihaknya terbuka dengan siapapun partai yang nantinya memang berkoalisi.

Baca Juga : Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan Ikut Pedalling for Freedom: Event Tepat untuk Sport Tourism

“Baik dari KIM ataupun dari luar KIM tidak ada masalah. Tidak harus mutlak KIM Plus. Karena (kalau koalisi) ini kita harus cair, tidak bisa memaksakan strateginya masing-masing. Yang penting kita bisa mengadopsi aspirasi masyarakat dengan baik,” kata Moreno.

Disinggung mengenai komunikasi yang dibangun dengan sejumlah partai di Kota Malang, Moreno mengaku telah melakukannya. Bahkan, pihaknya juga mengaku telah melakukan komunikasi dengan partai non parlemen.

Menurut Moreno, Kota Malang ada kekhususan dengan mengusung Wahyu. Ia menyebut memang saat ini dinamika politik diberbagai wilayah berbeda-beda.

“Tarik-menarik bagaimana kepentingan dan aspirasi dari partai lain sudah biasa, Alhamdulillah komunikasi kami dengan partai lain baik,” ungkap Moreno.

Baca Juga : Moreno Soeprapto Tegaskan Gerindra Usung Wahyu Hidayat N1

Beberapa waktu lalu, Moreno mengaku berencana melakukan deklarasi. Namun ada aspirasi yang disampaikan mahasiswa sehingga deklarasi harus tertunda.

“Deklarasi langsung pendaftaran ke KPU. Biasanya di ujung-ujung ya. Untuk melakukan segala sesuatu kami penuh dengan pengkajian, betul-betul menghitung dari segala aspek,” beber Moreno.
 


Topik

Politik, Pilkada Kota Malang, Gerindra, Moreno,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette