Berpotensi Jadi Calon Tunggal, Sanusi: Bukan Lemahnya Demokrasi

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy

10 - Aug - 2024, 07:47

Kader PDI Perjuangan yang saat ini mendapatkan amanah sebagai bupati Malang yakni HM. Sanusi, saat ditemui di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (9/8/2024). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Sosok petahana kepala daerah Kabupaten Malang yang juga kader PDI Perjuangan HM. Sanusi mengungkap perkembangan Pilkada Kabupaten Malang 2024 usai mendapatkan rekomendasi resmi dari PKB yang berpasangan dengan Lathifah Shohib. 

Sanusi mengklaim semua partai politik (parpol) pemilik kursi di DPRD Kabupaten Malang telah bergabung dengan gerbong pesar petahana. Menurut dia, semua parpol pemegang kursi di DPRD Kabupaten Malang sudah terkomunikasikan untuk bersama-sama di dalam lokomotif besar koalisi. 

Baca Juga : Gercep, Relawan Bolone Pak Mbois Turunkan Banner Dukungan ke Wahyu Hidayat

"Semua partai itu sudah komunikasi dan menjalin hubungan untuk sama-sama mendukung dan berkoalisi," ujar Sanusi. "Semua sudah. Golkar sudah ketemu di DPP. Gerindra juga sudah, PKS sudah, NasDem sudah, Demokrat sudah, Hanura sudah," sambung dia. 

Di Kabupaten Malang, dari 50 kursi anggota DPRD, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki 11 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 8 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 13 kursi, Partai Golongan Karya (Golkar) 8 kursi. Lalu Partai NasDem 6 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 2 kursi,  Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 1 kursi, serta Partai Demokrat 1 kursi.

Meskipun semua parpol diklaim sudah terkomunikasikan, Sanusi tidak menganggap  dirinya yang telah mendapatkan rekomendasi dari PKB untuk berpasangan dengan Lathifah Shohib sebagai pasangan calon tunggal. Itu karena pendaftaran pasangan calon kepala daerah pada Pilkada serentak 2024 dilakukan pada tanggal 27 sampai 29 Agustus 2024. 

"Ya dilihat dulu nanti, sampai terakhir pendaftaran. Kalau memang semua mendukung saya, maka nanti bisa terjadi calon tunggal," kata Sanusi. 

Baca Juga : Pendaftar CPNS di Jatim Diperkirakan Didominasi Usia 25-30 Tahun

Jika semua parpol pemilik kursi DPRD berkoalisi mendukung Sanusi-Lathifah Shohib, pasangan itu akan berhadapan dengan kotak kosong. Banyak pihak yang menilai, ketika hanya ada satu pasangan calon kepala daerah dan melawan kotak kosong, maka hal itu merupakan bukti dari lemahnya demokrasi. 

Namun, Sanusi menolak anggapan bahwa  demokrasi lemah ketika hanya ada satu pasangan calon kepala daerah. Menurut dia, hal itu merupakan bukti  persatuan dan kesatuan seluruh elemen parpol serta masyarakat. 

"Ini (demokrasi) bukan melemah. Justru itu lebih bagus kalau kita menyatu dari awal. Sudah tidak perlu ada pertarungan dan persatuan serta kesatuan, lebih mengoptimalkan untuk pemberdayaan pembangunan di Kabupaten Malang," pungkas Sanusi.
 


Topik

Politik, Pilkada Kabupaten Malang 2024, petahana, Bupati Malang HM. Sanusi, Kabupaten Malang, koalisi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette