128 Penghafal Al-Qur'an HTQ UIN Maliki Malang Diwisuda, Begini Pesan Prof Zainuddin
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
08 - Aug - 2024, 03:49
JATIMTIMES - Haiah Tahfidzil Qur'an (HTQ) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kembali melahirkan para penghafal Al-Qur'an. 128 penghafal Al-Qur'an resmi diwisuda di home theater Fakultas Humaniora, Kamis, (8/8/2024).
128 Tahfidz yang diwisuda periode ke-16 ini, terbagi dalam beberapa kategori, yakni 14 mahasiswa dalam hafalan 5 Juz, 36 mahasiswa menghafal 10 Juz, 15 mahasiswa menghafal 15 Juz, 25 mahasiswa menghafal 20 Juz, 5 mahasiswa menghafal 25 Juz, dan 33 mahasiswa menghafal 30 Juz.
Baca Juga : Begini Cara DWP UIN Malang Berkontribusi Positif untuk MasyarakatÂ
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr HM Zainuddin MA, melalui Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag mengatakan, bahwa menjadi seorang Tahfidz bukan hanya tentang sekedar hafalan Al-Qur'an saja.

Lebih dari itu, seorang Tahfidz harus juga memahami, menghayati, dan mengamalkan isi kandungannya. Sebab, menghafal Al-Qur'an merupakan salah satu bentuk ibadah yang mulai.
"Menghafal, memahaminya, menghayati serta mengamalkannya isi Al-Qur'an itu penting, dan semoga kita senantiasa bisa menjadi penjaga isi Al-Qur'an," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya menekankan agar para Tahfidz semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, termasuk juga untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua dan menghormati sesamanya. "Jadikanlah Al-Qur'an ini sebagai pedoman hidup, kapan dan di mana pun berada," katanya.
Lebih lanjut dikatakan Prof Umi, bahwa Al-Qur'an menjadi sebuah mukjizat besar yang diturunkan Allah SWT melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Muhammad.
Baca Juga : Pengabdian Masyarakat: Departemen Fisika UB Dongkrak Minat Belajar Siswa Lewat Perangkat RemLab SP1
Al-Qur'an menjadi satu sumber yang menjadi penunjang dalam sebuah penemuan. Hal ini menjadikannya sebagai sumber pengetahuan yang ayatnya tak ada satu pun yang bertentangan dengan akal maupun ilmu modern.
Diakhir, pihaknya menegaskan, agar para wisudawan yang belum menyelesaikan hafalan 30 juz, dapat segera menyempurnakan hafalan mereka. Sebaliknya, bagi mereka yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz, diharapkan dapat menjaga, mengamalkan maupun mengajarkannya kepada sesamanya.
"Semoga kita semua diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW dan mendapatkan syafaat kelak di hari pembalasan," pungkasnya.
