BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi Sosialisasikan Manfaat Jaminan Sosial Bagi Pekerja Informal di Desa Benculuk

Reporter

Aunur Rofiq

30 - Jul - 2024, 07:31

Penyerahan simbolis santunan jaminan kematian oleh Kepala Desa Benculuk kepada ahli waris dalam acara sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: BPJS Ketenagakerjaan)


JATIMTIMES- Sosialisasi tentang manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal digelar di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, dengan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Benculuk, Muh. Mudhofir. Acara ini merupakan bagian dari upaya masif BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya program dan manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja yang tidak menerima upah tetap.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi, Eneng Siti Hasanah menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi pekerja informal dalam program BPJS Ketenagakerjaan. 

Baca Juga : Sengkarut BPJS Kesehatan Cabang Malang, Tak Beri Informasi Peralihan FKTP Selama Enam Bulan

"Kami diamanahkan oleh negara sesuai dengan peraturan yang ada untuk memberikan perlindungan dari risiko sosial-ekonomi," ujar Eneng. 

Ia menambahkan bahwa perlindungan tersebut mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), yang sangat penting bagi pekerja informal seperti pedagang, pekerja proyek, dan lain-lain. Dalam penjelasannya, Eneng menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja informal yang sering kali tidak memiliki jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. 

"Program ini sangat penting, terutama dalam memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi tenaga kerja jika terjadi risiko sosial-ekonomi seperti kecelakaan kerja dan kematian," katanya. 

Eneng berharap semakin banyak pekerja informal di Desa Benculuk yang mendaftarkan diri dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Pada kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi juga menyerahkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris seorang pekerja informal. Santunan sebesar Rp 42 juta tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Desa Benculuk, Muh. Mudhofir. 

"Ini adalah bentuk nyata dari manfaat yang bisa didapatkan oleh pekerja informal yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan," ujar Mudhofir. 

Ia juga mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan dalam melindungi pekerja informal dan mendorong warga Desa Benculuk untuk memanfaatkan program ini.

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan sosial dan mengurangi risiko sosial-ekonomi yang dihadapi oleh pekerja informal.  

"Masih banyak pekerja informal yang belum menyadari betapa pentingnya memiliki jaminan sosial, terutama di sektor-sektor yang memiliki risiko tinggi," terang Eneng. 

Baca Juga : Dikeluhakan Tak Beri Informasi Peralihan FKTP, Ini Penjelasan BPJS Kesehatan Cabang Malang

Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya memberikan perlindungan finansial tetapi juga rasa aman bagi pekerja dan keluarganya.

Kegiatan sosialisasi seperti ini direncanakan akan terus dilakukan di berbagai kecamatan di Banyuwangi, dengan tujuan untuk menjangkau lebih banyak pekerja informal dan memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang layak. Eneng menekankan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya fokus pada pekerja formal tetapi juga memberikan perhatian besar kepada pekerja informal yang jumlahnya cukup signifikan di Banyuwangi.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Benculuk dan sekitarnya dapat lebih memahami manfaat dan pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan iuran yang terjangkau, pekerja informal dapat memperoleh manfaat perlindungan yang sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi situasi darurat seperti kecelakaan kerja atau kehilangan penghasilan akibat kematian.

Kepala Desa Benculuk, Muh. Mudhofir, juga mengajak warganya untuk memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan ini. 

"Kami sangat mendukung program ini dan berharap warga Desa Benculuk semakin sadar akan pentingnya jaminan sosial. Ini adalah investasi kecil untuk perlindungan besar di masa depan," tuturnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi berharap dapat meningkatkan kepesertaan dari kalangan pekerja informal, sehingga lebih banyak masyarakat yang terlindungi dari berbagai risiko sosial-ekonomi.


Topik

Peristiwa, bpjs ketenagakerjaan, bpjamsostek, banyuwangi, bukan penerima upah,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette