Fatalitas Kecelakaan Masih Tinggi, Operasi Patuh Semeru Digelar Mulai 15-28 Juli 2024 di Kota Batu

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy

16 - Jul - 2024, 02:39

Pasukan disiagakan Polres Batu untuk Operasi Patuh Semeru 2024 mulai 15-28 Juli 2024. (Foto: Polres Batu for JatimTIMES)


JATIMTIMES - Tingginya angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban di jalan raya dipicu berbagai pelanggaran dan human error. Karena itu, penekanan kepatuhan dan keselamatan lalu lintas bakal diperkuat dengan dilakukannya Operasi Patuh Semeru 2024 yang akan dimulai 15-28 Juli di Kota Batu.

Kepastian itu disampaikan Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin. Dan, Polres Batu telah melakukan gelar pasukan pada hari ini Senin (15/7/2024).

Baca Juga : Sunmori Bersama Pecinta Honda Vario dalam Parade Vario 160 di Mojokerto

Menurut kapolres, operasi kepatuhan ini dilakukan untuk secara tidak langsung menekan fatalitas korban laka lantas.

Oskar menjelaskan, peningkatan aktivitas perekonomian akan sejalan dengan meningkatnya pergerakan manusia dan barang. Hal tersebut juga akan berdampak pada meningkatnya potensi terjadinya kecelakaan transportasi. Utamanya kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan.

Berdasarkan data aplikasi Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri, penyebab terjadinya kecelakaan adalah masalah pengguna jalan 67 persen, kendaraan 4 persen, jalan dan lingkungan 5 persen, serta kombinasi ketiga faktor tersebut sebesar 24 persen. "Data Polri menyebutkan bahwa jumlah kematian akibat kecelakaan yang terjadi pada tahun 2023 telah mencapai angka 27.000 jiwa," urai Oskar.

Ia menambahkan, berdasarkan data dari Ditlantas Polda Jatim, angka kecelakaan periode Januari 2024-Juni 2024 secara kuantitaf mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Namun, data tersebut masih menunjukkan tingginya angka laka lantas sebanyak 13.704 kejadian. 

Oskar menyebut, hal ini disebabkan masih rendahnya kesadaran berlalu lintas para pengemudi atau pengguna jalan serta meningkatnya kegiatan masyarakat khususnya d tempat-tempat wisata dan hiburan.

"Untuk itu, operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi Operasi Patuh Semeru 2024 ini akan digelar selama 14 hari mulai tanggal 15 sampai 28 Juli 2024 dengan menekankan pentingnya keselamatan dan ketaatan dalam berlalu lintas sebagai bagian upaya mencapai kemajuan indonesia," jelasnya.

Baca Juga : Sugeng Pujianto, Politikus Senior PDI Perjuangan yang Diusulkan Jadi Cawabup Alternatif

Masih kata Oskar, operasi tahun ini bersamaan dengan masuknya tahapan pilkada serentak di jawa timur. Sehingga perlu diantisipasi adanya peningkatan mobilitas massa pendukung paslon. 

Di samping itu, Operasi Patuh Semeru bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru dan kegiatan pendidikan sekolah maupun perguruan tinggi. "Karena itu, sasaran operasi ini adalah berboncengan lebih dari 1 orang, melebihi batas kecepatan, pengendara ranmor masih di bawah umur, pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm standart (SNI), pengemudi kendaraan R4 tidak memakai sabuk pengaman, pengemudi terpengaruh alkohol, melawan arus, menerobos lampu merah dan knalpot tidak sesuai spesifikasi," rincinya.

Pihaknya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mendukung Operasi Patuh Semeru 2024 dengan mematuhi peraturan lalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara. "Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama," tandasnya.


Topik

Peristiwa, Operasi Patuh Semeru 2024, Polres Batu, Kota Batu, tertib berlalu lintas,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette