Pemkab Blitar Berhasil Rampungkan Pendataan Stunting, Mak Rini: Kerja Keras Semua Pihak Sangat Dihargai

Reporter

Aunur Rofiq

03 - Jul - 2024, 03:00

Bupati Blitar, Rini Syarifah.(Foto: Pemkab Blitar)


JATIMTIMES - Bupati Blitar, Rini Syarifah yang akrab disapa Mak Rini, mengapresiasi capaian luar biasa Kabupaten Blitar dalam upaya percepatan penanganan stunting. Dalam acara bimbingan teknis bagi pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ketua TP PKK Kecamatan, serta perwakilan Desa/Kelurahan, Mak Rini menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menghadapi isu ini.

“Stunting adalah isu nasional yang menjadi perhatian utama Pemerintah Pusat, terutama di tahun 2024 ini,” ujar Mak Rini, Selasa (2/7/2024). 

Baca Juga : Pemprov dan DPRD Jatim Godok Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Lindungi 10 Objek Budaya

Data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi, yaitu 21,5%. Di Jawa Timur, angka ini tercatat sebesar 17,7%.

Sementara di Kabupaten Blitar, prevalensinya naik dari 14,3% menjadi 20,3% dalam setahun terakhir. Hasil penimbangan di Posyandu juga menunjukkan peningkatan prevalensi dari 9,5% di Februari 2023 menjadi 10,5% pada Februari 2024.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Pusat pada bulan Juni 2024 mengeluarkan instruksi untuk melaksanakan intervensi serentak penanganan stunting yang dimulai dengan pendataan melalui pemeriksaan 100% balita dan ibu hamil di Posyandu. 

Kabupaten Blitar merespons dengan cepat dan efektif, berhasil menyelesaikan pendataan terhadap 63.990 balita, menempatkan Blitar sebagai yang terbaik pertama di Jawa Timur dan masuk dalam lima besar nasional.

“Alhamdulillah, per 27 Juni, Kabupaten Blitar telah berhasil menyelesaikan pendataan 100% balita. Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan membanggakan bagi kita semua,” kata Mak Rini. 

Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras melaksanakan instruksi ini dengan sangat baik, terutama kepada para Kader PKK Kecamatan, TPPS Desa/Kelurahan, Kader Posyandu, serta tim Pendamping Keluarga (TPK).

Mak Rini menekankan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak di tingkat kabupaten.

Baca Juga : Penduduk Miskin Jatim Masih 3,98 Juta Jiwa, Pemprov Terus Upayakan Penurunan

“Tanpa dukungan dan kerjasama dari semua pihak, terutama para kader di lapangan, pencapaian ini tidak akan mungkin terjadi. Mereka adalah garda terdepan dalam upaya kita menurunkan prevalensi stunting,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mak Rini berharap bahwa langkah-langkah yang telah diambil akan menjadi fondasi yang kuat untuk program-program selanjutnya dalam penanganan stunting di Kabupaten Blitar. 

“Kami berkomitmen untuk terus berupaya keras dalam menangani masalah ini, dengan harapan bahwa angka stunting di Kabupaten Blitar dapat terus menurun. Kami akan melanjutkan upaya ini dengan lebih banyak intervensi yang menyeluruh dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan prestasi yang telah diraih, Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa kolaborasi dan tindakan nyata dapat membawa perubahan signifikan dalam upaya penanganan stunting. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi dan bekerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan yang mendesak ini. 

“Mari kita terus bersama-sama bergerak untuk masa depan anak-anak kita yang lebih sehat dan sejahtera,” tutup Mak Rini.


Topik

Pemerintahan, Blitar, Mak Rini, Rini Syarifah, stunting,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette