Dinkes Kabupaten Blitar: Bahaya Penyakit Pasca-Lebaran Perlu Diwaspadai

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy

17 - Apr - 2024, 02:53

Ilustrasi.(Foto : Istimewa)


JATIMTIMES - Pasca-Lebaran, Kabupaten Blitar dihadapkan pada potensi lonjakan kasus penyakit yang perlu diwaspadai. Christine Indrawati, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, menyoroti beberapa penyakit yang sering muncul setelah perayaan tersebut.

Menurut Christine, dalam mengidentifikasi ancaman kesehatan pasca-Lebaran, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) memunculkan kekhawatiran yang signifikan. Dalam penilaiannya, ISPA merupakan salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius. 

Baca Juga : Daftar Tarif Tol Trans Jawa Selama Mudik Lebaran 2024

ISPA dapat mengakibatkan gejala flu dan batuk yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari. Masyarakat perlu menyadari bahwa ISPA bukan sekadar masalah biasa, tetapi dapat menjadi serius terutama jika tidak ditangani dengan tepat.

"Kami melihat adanya peningkatan kasus ISPA setiap tahun pasca-Lebaran. Konsumsi minuman manis atau dingin secara berlebihan dan kurangnya penggunaan masker saat bertemu banyak orang menjadi faktor risiko utama penularan ISPA," ungkap Christine pada Selasa (16/4/2024).

Di samping ISPA, diare juga menjadi salah satu penyakit yang memerlukan perhatian khusus pasca-perayaan Lebaran. Christine menjelaskan bahwa gejala diare, yang meliputi perut kembung, kram, dan frekuensi buang air besar  meningkat, sering mengganggu kenyamanan dan kesejahteraan individu.

 "Diare dapat mengakibatkan dehidrasi dan kehilangan elektrolit yang signifikan jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami faktor risiko penyakit ini, seperti perubahan pola makan pasca-puasa Ramadan dan kemungkinan kontaminasi makanan dan minuman, serta mengambil langkah-langkah pencegahan yang sesuai,” imbuhnya.

Tidak hanya ISPA dan diare. Penyakit-penyakit lain seperti hipertensi dan diabetes juga menjadi fokus perhatian. "Khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat darah tinggi atau diabetes, konsumsi makanan berlemak dan tinggi gula seperti kue Lebaran dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah yang tidak terkontrol," lanjutnya.

Baca Juga : Mafest Vol 3 Diduga Batal, Calon Penonton Ngeluh Uang Gak Balik 

Christine menambahkan bahwa selama periode pasca-Lebaran, pihaknya tidak menerima laporan dari tenaga kesehatan (nakes) mengenai kejadian atau laporan penyakit darurat. Meskipun demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan gejala-gejala penyakit pasca-Lebaran.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan yang sehat, mengonsumsi makanan yang telah matang sepenuhnya, serta memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan,” pungkasnya.

Dinkes Kabupaten Blitar juga akan terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap situasi kesehatan pasca-Lebaran untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus penyakit yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat secara keseluruhan.


Topik

Kesehatan, Penyakit pasca-Lebaran, Kabupaten Blitar, Dinkes Kabupaten Blitar,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette