Hati-Hati Berburu Takjil, Dinkes Kota Batu Temukan Dua Sampel Makanan Mengandung Boraks

28 - Mar - 2024, 11:30

Pengujian cepat saat sidak makanan dan minuman takjil di Kota Batu oleh Dinas Kesehatan menemukan dua sampel dengan kandungan boraks.(foto: istimewa)


JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu telah melakukan inspeksi terhadap penjual makanan dan minuman takjil pada bulan puasa Ramadan tahun ini. Hasilnya, dua sampel makanan diduga mengandung bahan berbahaya berupa boraks. Dinkes mengimbau masyarakat harus berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman takjil.

Hal tersebut diketahui dari pengujian cepat yang dilakukan Dinkes saat pelaksanaan inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa titik penjualan takjil. Tim dinas kesehatan diterjunkan untuk memeriksa sampel acak bersama dengan Balai POM Surabaya.

Baca Juga : Tips Mudah Merebus Daging Sapi agar Cepat Empuk Tanpa Pakai Panci Presto

"Kita lakukan sidak tanggal 19 sampai 21 maret. Kami ambil sampel sebanyak 48 sampel makanan dan minuman dari 35 pedagang di 3 kecamatan, Bumiaji, Batu dan Junrejo, termasuk di Alun-alun," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Batu Monika Kartikaning Fajarain saat ditemui di Kantornya, Kamis (28/3/2024).

Dia merinci, ada banyak jenis makanan dan minuman yang diambil sampelnya dan dilakukan pengujian cepat untuk mencari apakah ada dugaan kandungan berbahaya. Beberapa ragam makanan yang diuji seperti cilok, sosis, tempura, beragam minuman dingin atau es, puding, jelly, hingga seafood.

"Hasilnya, ada dua jenis makanan yang diduga mengandung boraks. Sempol dan cilok. Untuk memastikan kandungan itu kita perlu tes lab dulu. Untuk BPOM sendiri dari sampel mamin yang diambil sedang dilakukan uji lab mikronya, kami masih nunggu hasilnya," kata Monika.

Proses pengujian lanjutan dilakukan. Kata Monika, banyak parameter yang diteliti, dari parameter biologis yakni kandungan bakteri dan jamur, parameter kimia seperti pengawet, pewarna dan pemanis, juga parameter cemaran fisik seperti debu dan kerikil.

"Semua cemaran pangan itu bahaya bagi kesehatan, hanya beda dampak jangka panjang dan pendeknya. Sidak ini sebagai edukasi terhadap pedagang untuk juga peduli kesehatan masyarakat," tambahnya.

Hasil sementara pada dua makanan mengandung boraks disebut masih dugaan. Pihaknya melakukan pembinaan, peringatan dan edukasi bahwa penambahan bahan berbahaya itu tidak diperbolehkan untuk bahan konsumsi. Kepada pedagang yang melalui pembinaan dan edukasi, diberikan stiker pembinaan.

Baca Juga : 10 Negara dengan Umur Terpendek, Kisaran 50 Tahun

"Yang ditemukan boraks itu satu memang PKL (Pedagang Kaki Lima), satu orang penjual dadakan selama ramadan saja yang berdagang setiap tahun," sebut dia.

Monika menjelaskan, pangan dengan kandungan berbahaya beberapa di antara dapat mengakibatkan dampak keracunan. Meski dalam beberapa tahun terakhir, Dinkes Kota Batu tak menemukan kasus keracunan makanan, antisipasi dengan pengambilan sampel hingga pembinaan dan teguran terus dilakukan.

"Sejauh tiga tahun ini belum pernah ada laporan keracunan makanan dan minuman takjil. Sebelumnya juga belum pernah ada laporan ke kami, mudah-mudahan tidak ada," harap Monika.


Topik

Kesehatan, Kota Batu, takjil, dinkes, boraks,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette