Bupati Malang Salurkan Miliaran Anggaran Bansos, Masih Ada Kuota bagi 600 Yatim Piatu

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

Yunan Helmy

20 - Mar - 2024, 12:06

Bupati Malang HM. Sanusi (tengah, pakai peci) saat sesi foto bersama penerima bansos yatim - piatu (baris depan) pada Selasa (19/3/2024). (Foto: Ashaq Lupito / JatimTIMES)


JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi anak yatim  piatu yang berasal dari keluarga kurang mampu. Hari ini, Selasa (19/3/2024) Sanusi beserta rombongan menyasar tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Bantur, dan Gondanglegi.

Sanusi mengungkapkan, agenda yang berlangsung pada Selasa (19/3/2024) tersebut merupakan lanjutan setelah sebelumnya agenda serupa diselenggarakan di Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, dan Dampit, Senin (18/3/2024). Nantinya penyerahan bansos tersebut akan direalisasikan ke seluruh penerima bantuan yang tersebar di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Bupati Blitar Buka Bazar Ramadan, Operasi Pasar, dan Launching City Branding 2024

"Yang sekarang ini terdata jumlahnya ada 4.400. Cuma saya menganggarkan 5 ribu anak yatim," ungkap Sanusi saat ditemui di sela-sela agenda penyaluran bansos kepada yatim - piatu pada Selasa (19/3/2024).

Dijelaskan Sanusi, sebanyak 4.400 penerima bansos tersebut masing-masing di antaranya menerima bantuan uang tunai senilai Rp 1 juta. Sehingga, masih ada kuota sebanyak 600 penerima bantuan tambahan yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang membutuhkan.

"Jadi, kalau ada yang saat ini tidak tercover, bisa mengajukan lagi. Sehingga nanti sisa 600 itu bisa terpenuhi," imbuh Sanusi.

Sebagaimana diberitakan, bansos bagi yatim  piatu tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2024. Dalam perencanaan awal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana mengalokasikan Rp 6 miliar untuk diberikan kepada 6 ribu anak yatim piatu. 

Tetapi setelah Pemkab Malang melalui Dinas Sosial (Dinsos) melakukan verifikasi ulang terhadap data anak yatim  piatu, data calon penerima bantuan yang dianggap layak dan memenuhi ketentuan mengerucut menjadi 4.400 anak.

Mengacu data tersebut, seharusnya anggaran yang diperlukan sebesar Rp 4,4 miliar. Namun anggaran yang disetujui dan dianggarkan oleh Pemkab Malang sebesar Rp 5 miliar untuk menambah kuota penerima bantuan.

Baca Juga : Buka Kegiatan Monev, Bupati Rini Syarifah Dorong Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Blitar

"Masyarakat bisa mengajukan, (persyaratan pengajuan penerima bansos) mengajukan dari desa ke camat. Kemudian camat ke Dinsos," jelas Sanusi.

Data calon penerima bansos yatim piatu dari camat tersebut, kemudian dilakukan verifikasi ulang oleh Dinsos. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih.

"Nanti diverifikasi di Dinsos, dipadankan datanya dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) karena tidak boleh ada yang dobel," pungkasnya.

Sekadar informasi, total penyerahan bansos pada Selasa (19/3/2024) sejumlah 175. Yakni dengan rincian Kecamatan Sumbermanjing Wetan sebanyak 70 penerima bantuan, Kecamatan Bantur sebanyak 30, dan Kecamatan Gondanglegi sebanyak 75 anak yatim  piatu.


Topik

Pemerintahan, Bansos untuk yatim piatu, Bupati Malang HM. Sanusi, Pemkab Malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette