Potret dan Eksistensi Masyarakat Adat Osing di Banyuwangi

01 - Feb - 2024, 01:51

Peserta Workshop Penulisan Identifikasi Masyarakat Adat Osing saat melakukan diskusi di Pesinauan Sekolah Adat Osing di desa Olehsari kecamatan Glagah Banyuwangi (foto: Nurhadi/ BanyuwangiTIMES)


JATIMTIMES – Tindak lanjut dari tulisan para peserta Workshop Penulisan Identifikasi Masyarakat Adat Osing yang digelar belum lama ini, nantinya akan diekspos dan disampaikan temuan-temuan di lapangan bersama tim. 

Tidak menutup kemungkinan akan menjadi jaringan kerja advokasi untuk penguatan dan pengakuan masyarakat adat yang nantinya juga tergantung respon dari audiens.

Baca Juga : Gerindra Jatim Siap Perjuangkan Nasib Guru Madrasah Diniyah, Anwar Sadad: Madin ingin Disetarakan dengan Formal

Menurut Direktur Eksekutif Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam  (ARuPA), Edi Suprapto, sebenarnya pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sudah mengakui dan menjadikan Desa Kemiren menjadi Desa Adat Masyarakat Osing di kota yang ada di ujung timur Pulau Jawa ini.

“Harapan teman-teman yang beberapa waktu lalu pernah melakukan advokasi dan mendorong adanya Perda Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat Osing bisa terealisasi,” jelas Edi di Pesinauan Sekolah Adat Osing di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Banyuwangi pada Rabu (31/1/2024).

Melalui karya tulis para peserta workshop untuk dipublikasi dan dikomunikasikan untuk melihat sejauh mana respon para pihak, terutama dari pemerintah baik eksekutif maupun DPRD Banyuwangi.

Dia menuturkan dalam pelaksanaan Workshop Penulisan Identifikasi Masyarakat Adat Osing ada beberapa yang ditekankan, antara lain pihaknya ingin membangun profil masyarakat adat dan sebarannya di berbagai tempat.

Kemudian mencoba memotret praktik-praktik yang berlaku dalam beberapa hal misalnya tentang kesetaraan gender dan pegelolaan sumber daya alam (SDA)nya. “Karena hasil penelitian di masyarakat Osing kondisi alamnya di beberapa tempat terutama di desa-desa masih terjaga kelestarianya,” imbuh Edi.

Baca Juga : Ngeri, Massa Demo Apdesi di DPR Ricuh, Bakar-Bakar Hingga Rusak Fasilitas Negara

Selanjutnya ARuPA bersama dengan Aman Osing ingin  memotret adat istiadat yang masih berlaku di masyarakat Osing yang masih dijaga dipelihara dan dilestarikan serta berbeda dengan adat istiadat masyarakat yang lain di wilayah Banyuwangi.

Selanjutnya ARuPA bersama dengan Aman Osing juga ingin mengetahui Community Livelihood (penghidupan masyarakat) Osing, terutama yang benar-benar mempunyai ciri khas.

”Seperti yang kemarin teman-teman menemukan batik dan tenun Osing. Realitas itu yang kami angkat sehingga publik tahu bahwa masyarakat adat Osing masih eksis dan masih ada problematika yang membutuhkan perhatian khusus,” pungkas Edi.


Topik

Komunitas, Osing, adat osing, banyuwangi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette