Setelah TPA Tlekung, 3 Kebakaran Baru Kepung Batu
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
22 - Oct - 2023, 07:34
JATIMTIMES - Di tengah petugas fokus memadamkan kebakaran api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung, Kota Batu,kebakaran di beberapa titik terjadi di Kota Batu dalam sehari pada Sabtu (21/10/2023). Si jago merah beraksi di tiga titik Kota Batu.
Selain di TPA Kota Batu, tiga titik kebakaran itu seluruhnya ada di Kecamatan Batu. Yakni di Jalan Indragiri Pemakaman Santrean, Desa Sumberejo; Gang Salikan, Desa Pesanggrahan; dan Jalan Rajek Wesi, Klemuk, Kelurahan Songgokerto.
Baca Juga : NU Kota Batu Terima SK Nama Jalan Letkol KH Iskandar Sulaiman di Hari Santri
“Jadi, selain petugas sedang memadamkan api di TPA, Sabtu terjadi kebakaran api di hutan, lahan, dan greenhouse,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Agung Sedayu, Minggu (22/10/2023).
Rinciannya kebakaran api pada area lahan terjadi di Jalan Indragiri Pemakaman Santrean. Kebakaran lahan diduga karena warga yang membakar serasah (tumpukan dedaunan kering).
Saat itu cuaca Kota Batu disertai angin kencang. Akibatnya, api merembet hingga pohon bambu serta membakar sejumlah tanaman rumput gajah yang siap panen.
“Area lahan yang terbakar di titik Jalan Indragiri Pemakaman Santrean kurang lebih 1 hektare,” imbuh Agung.
Selanjutnya kebakaran bangunan terjadi di Gang Salikan, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. Kebakaran lahan diduga karena warga yang membakar serasah, membuat api merembet hingga green house bekas tanaman bunga seluas 10 meter x 35 meter.
Baca Juga : Ribuan Santri Bumi Shalawat Peringati HSN, Bagikan Ratusan Pohon hingga Pawai Kostum Daur Ulang
Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Jalan Rajek Wesi, Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. “Penyebab kebakaran masih dalam proses pendataan,” terang Agung.
Kebakaran lahan di Songgokerto mencapai luas 1 hektare. Saat kebakaran berlangsung, petugas memadamkan secara manual dan membuat sekat bakar.
Banyaknya kejadian kebakaran ini, Agung mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar serasah atau sisa tanaman di area lahan yang kering. “Jika membakar harus menunggu hingga api padam. Karena kejadian kebakaran ketika membakar, lalu ditinggal,” ucap Agung.
