Ponpes As-Shomadiyah Adakan Upacara HSN, Ajak Kaum Sarungan Terus Semangat Jihad Fii Sabilillah 

Reporter

Imam Faikli

Editor

Yunan Helmy

22 - Oct - 2023, 04:39

Ratusan santri Ponpes As-Shomadiyah  saat melakukan upacara peringan HSN di halaman pondoknya. (Foto: Dok. Ist/JatimTIMES) 


JATIMTIMES - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) menjadi giat tahunan yang dilakukan pondok pesantren (ponpes) maupun instansi pemerintahan pasca-ditetapkan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2015 lalu. 

Tidak terkecuali Ponpes As-Shomadiyah, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Madura. Ponpes ini tetap istikamah memperingati Hari Santri Nasional, Minggu (22/10/2023). 

Baca Juga : Momentum Hari Santri Nasional 2023, Bupati Sanusi Minta Santri Perangi Kebodohan

Turut hadir dalam peringatan HSN ini, pengasuh Drs KH Abdullah Muadz Makky beserta keluarga besar Ponpes As-Shomadiyah, KH Byuzar Arif Khan, KH Abu Dzarrin al Hamidi, KH Adi Sulaha Multazami, KH Abdurrahman Saleh, Nyai Hj Umroh Muadz Makky, Nyai Hj Masudah Nurma, Nyai Hj Diana Mufidah, Nyai Hj Maileni Afif. 

Ketua panitia HSN Ponpes Shomadiyah Nyai Hj Nur Fauzia Muhaimin mengatakan, peringatan Hari Santri ini digelar setiap tahun.  Sebab, perjalanan kehidupan berbangsa tak dapat dilepaskan dari peran kaum santri. Semangat jihad fii sabilillah yang digelorakan santri sejak Oktober 1945 itu harus tetap digelorakan. 

Saat ini, kaum sarungan bisa membuktikan mampu mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjaga Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. 

"Untuk itu, kaum sarungan jangan sampai patah semangat. Peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan sangat erat. Makanya kita harus terus semangat jihad fii sabilillah," ujar Nyai Hj Nur Fauzia. 

Baca Juga : Ribuan Santri Bumi Shalawat Peringati HSN, Bagikan Ratusan Pohon hingga Pawai Kostum Daur Ulang

Selain itu, dia menyebutkan,  digelarnya upacara HSN ini sebagai bentuk kecintaannya terhadap tokoh ulama terdahulu yang telah berjuang untuk bangsa.  "Kita sebagai kaum sarungan patut bersyukur dan berbangga hati karena berkat ulama juga, Indonesia merdeka," lanjutnya. 

Untuk diketahui, peringatan Hari Santri ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Diresmikannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional ini mengacu pada Resolusi Jihad yang diinstruksikan KH Hasyim Asy'ari bersama para ulama dan santri untuk membulatkan tekad dalam melakukan jihad membela tanah air dari penjajah.


Topik

Peristiwa, Hari Santri Nasional, Hari Santri, Bangkalan, kaum sarungan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette