Baru Terbentuk, Inilah Gebrakan Apdesi Tulungagung

Reporter

Anang Basso

Editor

Yunan Helmy

19 - Oct - 2023, 01:46

Sambutan ketua panitia kegiatan raker dan sarasehan. (Foto : Anang Basso/ Tulungagung Times)


JATIMTIMES - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Abdesi) Cabang Tulungagung menggelar kegiatan perdana setelah resmi terbentuk. Kegiatan rapat kerja cabang (rakercab) sekaligus  sarasehan bertemakan “Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa” itu  dilaksanakan di salah satu hotel di Kabupaten Tulungagung, Rabu (18/10/2023).

Kepengurusan Apdesi secara resmi telah menerima surat keputusan (SK) dari DPD Apdesi Jawa Timur pada 15 Juli 2023 lalu. "Alhamdulillah, ini adalah Rakercab Apdesi yang pertama. Kedepan tentu akan ada penataan dan pengembangan agar Apdesi menjadi asosiasi yang bermanfaat untuk semua," ujar Ketua Apdesi  Kabupaten Tulungagung Anang Mustofa.

Baca Juga : Jokowi Tak Hadiri Deklarasi Mahfud MD Sebagai Cawapres Ganjar, Kenapa?

Saat ini, dari 257 desa di Tulungagung, setidaknya 40 persen sudah bergabung di dalam Apdesi. Tak hanya itu. Meski kehadiran anggota di rakercab ini sekitar 80 desa,pihaknya akan terus berupaya merangkul desa desa yang lain.

Kepala Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu  itu mengatakan, tujuan sarasehan di antaranya agar semua tahu bahwa di tingkat Dirjen Kemendes, banyak program yang mungkin bisa diakses oleh desa-desa di Kabupaten Tulungagung.

“Melalui Apdesi, ke depannya kami berupaya membangun sinergitas antara daerah dengan pusat. Sehingga desa desa yang selama ini diam bisa mengetahui informasinya," katanya.

Anang juga menjelaskan, rakercab itu akan merumuskan beberapa hal tentang organisasi dan kebijakan yang diambil serta rekomendasi. Kemudian, pihaknya akan menyampaikannya ke Pemkab Tulungagung untuk dijadikan pertimbangan mengambil kebijakan. 

Tak hanya itu. Dalam waktu dekat,  Apdesi akan membentuk lembaga bantuan hukum (LBH) desa dengan tujuan untuk mengadvokasi kebutuhan dasar desa. “Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang 5 hak kades. Semua sudah ada regulasinya. Namun perlindungan hukum terhadap kebijakan yang diambil oleh pemdes belum jelas,” imbuhnya.

Rakercab itu dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung Sugianto  yang mewakili Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung Heru Suseno.

Baca Juga : Resmi Jadi Cawapres Ganjar, Inilah Rekam Jejak dan Perjalanan Karir Mahfud MD

Kepala DPMD Kabupaten Tulungagung Sugianto mengatakan pihaknya menyambut baik rakercab dan sarasehan ini. “Kita berharap agar lebih tertata lagi dalam organisasi dan Apdesi semua anggota dari pemerintahan desa (pemdes) yang di dalamnya itu ada kades, carik (sekretaris desa), perangkat desa,” ucap Sugianto.

Dari  sarasehan ini, diharapkan akan terwujud suatu rekomendasi yang sifatnya membangun desa sesuai dengan regulasi yang ada. Hasil rekomendasi akan dituangkan dalam rekomendasi resmi akan disampaikan kepada Pj bupati Tulungagung.

“Tentunya hasilnya bukan untuk Apdesi tapi juga untuk para kades se-Tulungagung,” tambahnya.

Menurut dia, kehadiran Apdesi bukan merupakan kompetitor dari Asosiasi Kepala Desa (AKD). "Yang paling penting nuansa untuk kebersamaan membangun desa,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa, Apdesi, Tulungagung, Apdesi Tulungagung, pemerintah desa,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette