Kemenkominfo Cetak 100 Guru Metal Sidoarjo, Kenalkan Teknologi Virtual Reality
Reporter
Nur Hidayat
Editor
A Yahya
11 - Aug - 2023, 08:15
JATIMTIMES - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar pelatihan kepada guru di Kabupaten Sidoarjo tentang pentingnya digital informatika dalam penyampaian materi pengajaran bagi anak didik di Hotel Luminor Sidoarjo, 09 Agustus 2023.
Kegiatan yang bertajuk "Adopsi Teknologi Digital Pendidikan" tersebut diikuti oleh 100 guru dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di wilayah kabupaten Sidoarjo. Hadir juga Nanik Sumarviati, S.Pd, M.Pd Kasi Pembinaan Kelembagaan dan Pembinaan mewakili Tirto Adi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.
Baca Juga : Polresta Malang Kota Imbau Tak Ada Konvoi di Hari Jadi Arema 11 Agustus
Direktur Ekonomi Digital Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Dr. IR. I Nyoman Adhiarna, M. Eng mengungkapkan, kegiatan yang digelar merupakan program kerja dari Kementerian Kominfo dalam upaya melakukan adopsi teknologi digital. "Untuk tahun ini Teknologi Imersif Virtual Reality menjadi fokus dalam kegiatan adopsi teknologi,"ungkapnya.

Menurutnya, dengan Imersif akan bisa mendorong para guru dalam membuat konten-konten yang membantu mempermudah dalam proses belajar mengajar. "Guru yang kreatif akan bisa memvisualisasikan materi pengajaran yang disampaikan kepada anak didiknya," ujarnya.
Kominfo menyadari program Imersif belum bisa dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, hal tersebut dikarenakan adanya kondisi kultur dan keterbatasan anggaran. Perlu campur tangan dari pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya untuk mendukung program ini.
"Untuk wilayah 3 T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) tentu akan sulit dijangkau jaringan internet dan perlu adanya pengadaan BTS, jadi dalam menjalankan program Imersif ada skala prioritas,"paparnya.
Baca Juga : Hasil Tes DNA, Dua Korban Hanyut Pantai Jembatan Panjang Belum Ditemukan
Secara umum tujuan tujuan digelarnya pelatihan adalah mendorong untuk mempercepat transformasi digital di sektor prioritas khususnya bidang pendidikan.
