Gandeng Mitra, PT Pindad di Bandung Bakal Dipindah ke Subang

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya

25 - Jul - 2023, 02:23

Presiden RI Joko Widodo (tengah, kemeja putih) saat sesi doorstop usai meninjau PT Pindad yang ada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. (Foto: Sekretariat Presiden)


JATIMTIMES - Potensi industri pertahanan termasuk alat utama sistem senjata (alutsista) di Indonesia cukup menjanjikan. Bahkan permintaan untuk ekspor saat ini disebut tinggi. Terkait hal itu, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menyatakan bakal terus mengembangkan potensi yang ada. Rencananya, PT Pindad sebagai produsen alutsista yang ada di Bandung akan dipindahkan secara bertahap ke Subang.

Pernyataan tersebut disampaikan presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi ini, usai menggelar rapat intern bersama sejumlah menteri dan pihak PT Pindad yang berlokasi di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang pada Senin (24/7/2023).

Baca Juga : Sebut Dunia Kekurangan Peluru, Jokowi Bakal Kembangkan Prospek Industri Pertahanan

"Di rapat intern tadi, saya sampaikan bahwa akan lebih baik kalau kita bermitra. Akan lebih baik kalau kita mencari partner," ucapnya saat ditemui awak media yang meliput agenda kunjungannya di PT Pindad.

Jokowi berharap, dengan adanya upaya untuk bermitra tersebut, langkah pemerintah dalam mengembangkan potensi yang ada di PT Pindad bisa semakin pesat. "Sehingga pengembangan dari Pindad ini akan menjadi lebih cepat lagi," imbuhnya.

Dalam beberapa waktu kedepan, Jokowi mengaku bakal segera menindaklanjuti langkah pengembangan industri pertahanan termasuk alutsista tersebut, melalui rapat terbatas (ratas). "Setelah ini, setelah mendapatkan tadi input-input. Nanti akan kami ratas-kan dan kita putuskan, akan ke mana Pindad di bawa," ujarnya.

Guna melakukan percepatan pengembangan di sektor industri pertahanan, Jokowi mengaku bakal memindahkan PT Pindad yang ada di Bandung ke lokasi yang lebih luas. "Tetapi yang jelas, akan kita geser Pindad yang ada di Bandung untuk dipindahkan, secara bertahap," ungkapnya.

Rencananya, diterangkan Jokowi, PT Pindad yang ada di Bandung akan dipindahkan ke Subang. Yakni di kawasan industri yang dimiliki oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Dipindahkan ke kawasan industri di Subang yang dimiliki oleh Kementerian BUMN," terangnya.

Jokowi beranggapan, pemindahan secara bertahap PT Pindad dari Bandung ke Subang tersebut, selaras dengan upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Yakni mengembangkan PT Pindad yang saat ini dikatakan Jokowi memiliki prospek yang menjanjikan. "Sehingga betul-betul memiliki sebuah lahan yang luas untuk pengembangan Pindad, karena memiliki prospek yang sangat baik," jelasnya.

Baca Juga : Akui Gas Elpiji Bersubsidi Langka Jadi Rebutan, Jokowi: Tanya Menteri BUMN

Lantas bagaimana dengan PT Pindad (Persero) yang ada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang?, Jokowi menyebut sejauh ini belum ada wacana untuk memindahkan PT Pindad di Kecamatan Turen ke Subang seperti yang ada di Bandung. "Enggak, enggak, ya mungkin untuk pengembangan, di sini (PT Pindad di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang) tetap," tuturnya.

Namun jika seiring berjalannya waktu, upaya pemerintah untuk bermitra dan partner yang di ajak untuk mengembangkan industri pertahanan berkenan untuk mengembangkan PT Pindad yang ada di Kabupaten Malang. Maka tidak menutup kemungkinan PT Pindad yang ada di Kabupaten Malang tersebut, juga akan dipindahkan. "Untuk pengembangannya mungkin bisa saja, kalau memang partnernya meminta jumlah produksi yang gede (besar)," terangnya.

Jika potensi tersebut benar-benar terealisasi, maka pemerintah akan melakukan penjajakan lebih lanjut. Setidaknya ada dua opsi. Yakni perluasan PT Pindad tetap di wilayah Kabupaten Malang. Sedangkan opsi kedua adalah pembangunan di Subang. "Kalau di sini (PT Pindad yang ada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang) ada lahan, bisa. Kalau enggak, bisa juga dibangun di Subang," pungkasnya.


Topik

Pemerintahan, joko widodo, jokowi, jokowi di kabupaten malang, pt pindad, alutsista,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette