Viral, Acara Agama dan Tradisi di Bali Penuh Bendera Partai, Netizen: Malah Branding
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
14 - Jul - 2023, 07:40
JATIMTIMES - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan acara agama di Bali. Namun di lokasi acara terdapat banyak bendera partai PDI Perjuangan. Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @jeg.bali_.
Dalam video yang dibagikan tampak acara agama telah berlangsung. Terlihat beberapa penari tengah berada di bawah tenda acara yang bernuansa merah.
Baca Juga : Suami Aniaya Istri hingga Babak Belur Malah Bebas, Polisi Anggap Tindak Pidana Ringan
Lantas di pinggiran tenda, tampak beberapa bendera partai PDI-P yang dipasang. Tak hanya itu, sepanjang jalanan acara (di luar tenda) juga terlihat dipasang bendera partai berlogo banteng tersebut.
Dalam narasi yang dibagikan dijelaskan jika Hindu itu agama rasa. Namun, jika banyak embel-embel partai dalam sebuah tradisi, kegiatan adat budaya agama menjadi kurang sakral.
"Terlebih yang berisi ritual sakral seperti rejang dewa, apakah rasa kita beryadnya masih khusyuk? Bisa bisa pemedek bingung harus menyembah ida bhatara atau menyembah ratu banteng sane mapunia akeh?" tulis keterangan akun tersebut.
Akun tersebut meminta agar pelaku adat di Bali membatasi antara urusan politik dengan agama dan tradisi.
"Para prajuru adat di Bali janganlah bes 'ngacung partai'begini. Ada batasan-batasan jika politik mau masuk ke ranah agama dan tradisi," tulis keterangannya.
"Ini para prajuru adatnya yg agak-agak, klo pemedek mereka cuma ngikut saja, dan barangkali gak tahu apa-apa ujug-ujug sudah ada bendera partai. Atau ini sudah berdasarkan kesepakatan parumah banjar? Jika sudah kesepakatan berarti memang 'masuk angin berjamaah'," imbuh tulisannya.
Akun tersebut juga menerangkan bahwa lokasi acara agama dan tradisi namun terdapat bendera partai itu terjadi di Tabanan, Bali.
"We Pak Bupati Tabanan Eka Sanjaya dan Ketua DPR Adi Wiryatama, de ketange Bali Pak! Jelek san ngenah Lokasi di Tabanan," tulis keterangan akun tersebut.
Sontak unggahan video itu pun ramai menuai beragam komentar dari warganet. Banyak warganet yang minta agar pejabat pemerintah setempat tak melakukan hal demikian.
"Berdasarkan video dan caption di atas, memang banyak anggota partai yg nyumbang di Pura sana sini, ketika ada odalan, karya, dll. Tapi baru kali ini liat isi bendera partainya. Sekedar kritikan, kalau mau nyumbang, silahkan. Kalau mau terima sumbangan jg silahkan. Tp jgn pernah sebuah upacara sakral dijadikan ajang "branding" partai. Upacara (yadnya) di Bali dasarnya "ngayah’" alias gotong royong dengan rasa tulus iklas. Sekarang apakah yg seperti ini namanya tulus iklas?Upacara adat bukan ajang festival yg menjadi tempat publikasi bagi sponsor. Tolong lebih bijak. Kita sering teriak2 pelecehan terhadap budaya kita oleh orang luar, ternyata kita sendiri lebih tidak hormat dengan budaya sendiri," @stories.******.
"Heran, krama disana kok mau ya? Kan putih kuning harusnya yg dipasang. Terserah kalo didepannya mau diisi bendera partai, tapi di areal penarinya baiknya putih kuning. Menurut saya sih," @marit*****.
"Len DOT kal kampanye ,, ada kok tempatnya bapak pejabat yg ngendahh , jnganlahh tempat untuk bernyadnya dijadikan tempat kampanye ,, semua orang sudah tau kok di Tabanan basisnya banteng," @hendrasurya*****.
