Punya Layanan MRI, RMSZ Sampang Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan di Madura

Reporter

Abd Syukur

Editor

Yunan Helmy

22 - Jun - 2023, 10:59

Bupati Sampang H Slamet Junaidi saat melakukan pemukulan gong.


JATIMTIMES - Bupati Sampang H Slamet Junaidi meresmikan ruang pelayanan kesehatan magnetic resonance imaging (MRI) di RSUD dr Mohammad Zyn (RMSZ), Kamis (22/6/2023).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sampang Abdullah Hidayat, anggota DPRD Sampang Nasafi, kasdim 0828/Sampang, perwakilan Polres Sampang, Kepala Kantor Kemenag Sampang Abdul Wafi, kepala OPD di lingkungan Pemkab Sampang, direktur dan dewan pengawas RSUD dr Mohammad Zyn, ketua IDI Sampang, ketua PPNI Sampang.

Baca Juga : Akses Layanan Kesehatan Bagi Peserta JKN Semakin Baik, Mudah dan Cepat

Direktur RSUD dr Mohammad Zyn dr Agus Akhmadi menyampaikan, di awal hendak membeli MRI, pihaknya meminta izin kepada bupati Sampang. "Saat itu jawaban beliau, selama bermanfaat untuk masyarakat Sampang, diizinkan dan alhamdulilah spek MRI di RMSZ lebih tinggi daripada PHC," ujarnya.

Adanya MRI tersebut diharapkan dapat membantu pasien yang seharusnya dirujuk ke Surabaya dapat ditangani di Sampang. "Pastinya bisa menghemat biaya jika tidak sampai dirujuk dan yang paling penting, biaya pelayanan MRI gratis tercover oleh UHC," kata Agus.

Sementara, Bupati  Slamet Junaidi mengapresiasi adanya layanan kesehatan MRI di RSUD dr Mohammad Zyn. MRI di Sampang itu merupakan satu-satunya di Pulau Madura.

Pihaknya merasa bangga bahwa pengembangan sarana prasara RSUD dr.Mohammad Zyn terus menunjukkan progres yang positif. "Hari ini, satu lagi fasilitas kesehatan baru resmi diluncurkan. Kita  patut mengapresiasi karena kini RSUD dr Mohammad Zyn memiliki fasilitas canggih yang diharapkan melengkapi kemampuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut bupati, pelayanan prima di bidang kesehatan sangat bergantung pada banyak faktor. Di antaranya ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. "Poin ini hendaknya menjadi salah satu atensi manajemen RSUD dr Mohammad Zyn agar terus eksis sebagai rumah sakit yang maju," tambahnya.

Hadirnya fasilitas MRI tersebut semakin memantapkan RSUD dr Mohammad Zyn untuk menjadi rumah sakit rujukan di Pulau Madura. "Selain itu, cita-cita kita menjadi rumah sakit kelas B pendidikan yang menuntut adanya serba komputerisasi dalam melaksanakan berbagai proses dan tindakan penanganan pasien," ungkapnya.

Lebih lanjut, bupati tetap menggarisbawahi bahwa fungsi MRI sebatas alat bantu dalam memberikan diagnosis secara akurat. Jadi, perlu disokong SDM yang profesional.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Beberkan Kriteria Fakir Miskin yang Bisa Terima Bantuan dari Pemerintah

"Saya minta seluruh jajaran untuk tetap konsisten secara profesional dan berdedikasi dalam melayani masyarakat. Niatkan ibadah karena kita terus mendukung pengembangan RSUD dr Mohammad Zyn salah satunya juga akan merelokasi ke lahan seluas 6,2 hektare di Torjun," ungkapnya.

Relokasi tersebut nantinya diharapkan mendukung pengembangan RSUD dr Mohammad Zyn sebagai rumah sakit rujukan di Pulau Madura dan menjadi pusat layanan jantung, kanker, urologi, kesehatan ibu dan anak serta otak.

  "Kita upayakan agar RSUD dr Mohammad Zyn memiliki kapasitas 500 bed, serta wahana pendidikan bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan, kebidanan serta bidang ilmu terkait yang lain," ujar bupati.

Di akhir, bupati menegaskan jika pembangunan RSUD baru tersebut akan dimulai tahun 2024 dengan target selesai 2026. 


Topik

Kesehatan, MRI. Magnetic resonance imaging, RSUD Mohammad Zyn, Sampang, Bupati Sampang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette