Wali Kota Malang Segera Susun Rencana untuk Kuatkan Kayutangan Kawasan Heritage
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Yunan Helmy
09 - Apr - 2023, 03:14
JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkomitmen menguatkan kawasan Kayutangan Heritage. Hal tersebut menyusul masuknya kawasan tersebut dalam 75 desa wisata se-Indonesia dalam nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, sejumlah hal telah dicatat dan masuk jadwal untuk segera digarap dalam rangkat penguatan Kayutangan sebagai kawasan heritage. Dalam hal ini, salah satu yang dibidik adalah penataan kawasan di dalam kampung.
Baca Juga : Silaturahmi di Masjid At-Taqwa, Wali Kota Kediri Senang Ada Tanda Memakmurkan Masjid

"Kita bicara kawasan, jadi bukan hanya yang ada di koridor saja. Kita akan masuk ke kawasan kampungnya," ujar Sutiaji.
Sutiaji mengatakan, kawasan kampung yang akan dilakukan penataan adalah mengenai berlakunya jam malam. Pasalnya, kawasan tersebut juga telah cukup dikenal sebagai kawasan wisata.
"Cuma permasalahannya kemarin itu, bagaimana mendesain, kalau jam malam seperti apa. Tapi sudah kami bicarakan dengan pokdarwis (kelompok sadar wisata)-nya," terang Sutiaji.
Selain itu, keberadaan rumah hunian atau homestay di sekitar kawasan Kayutangan juga menjadi salah satu hal yang sering ditanyakan oleh wisatawan. Sebab, pada akhir pekan, biasanya kawasan itu banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.
"Selain gelombang wisatawan, di Kota Malang pada Sabtu dan Minggu biasanya ada dua hingga tiga kampus yang menggelar wisuda. Dan memang kebutuhan rumah hunian ini masih kurang," jelas Sutiaji
Baca Juga : Kunjungi SMAN Bali Mandara, Mas Dhito Ingin Bangun Boarding School di Kabupaten Kediri
Untuk itu, dirinya pun berharap dalam rencana-rencana yang bakal disusun untuk penguatan kawasan Kayutangan, salah satunya juga diharapkan muncul rumah hunian baru. Tentunya dengan rate harga yang ramah di kantong.
"Harapannya nanti, akan tercipta homestay, murah, terjangkau dengan ekonomi. Ditambah lagi mungkin bisa dekat dengan kampung yang juga jadi lokasi kongkow," pungkas Sutiaji.
