Tanah Longsor Dominasi Bencana di Kota Batu, Pj Wali Kota: Intervensi Tepat untuk Penanganan Lebih Cepat
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Yunan Helmy
06 - Apr - 2023, 12:10
JATIMTIMES - Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, sejak 1 Januari sampai 2 April 2023, telah terjadi 77 bencana di Kota Batu. Dari 77 bencana itu, 55,8 persen adalah bencana tanah longsor.
Total 77 bencana di Kota Batu tersebut, tersebar di tiga kecamatan. Yakni 37 kejadian terjadi di Kecamatan Bumiaji, 32 kejadian di Kecamatan Batu, dan 8 kejadian di Kecamatan Junrejo.
Baca Juga : Realisasikan Masterplan Banjir, Pemkot Malang Butuh Dana Rp 1,8 Triliun
Kemudian, 77 bencana tersebut juga terbagi dalam sembilan jenis bencana. Di antaranya tanah longsor 43 kejadian, cuaca ekstrem 19 kejadian, kebakaran bangunan 4 kejadian, banjir 3 kejadian, tanah ambles 2 kejadian, pohon tumbang 2 kejadian, kecelakaan 2 kejadian, plengsengan ambrol 1 kejadian dan atap rumah roboh 1 kejadian.
Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menyampaikan, dari 43 peristiwa tanah longsor, sebanyak 23 titik masuk dalam kategori berat.

Pihaknya bersama Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Agung Sedayu beserta tim langsung melakukan peninjauan ke beberapa lokasi penanganan pasca-bencana yang masuk dalam kategori berat. Di antaranya di Desa Punten dan Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji.
Pria yang juga menjabat sebagai kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim) ini menuturkan, dari 23 titik tanah longsor yang masuk dalam kategori berat, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi di sembilan lokasi dengan capaian tuntas 100 persen.
Selanjutnya, sebanyak tiga lokasi telah mendekati selesai atau memasuki tahap finisihing. Kemudian satu lokasi mencapai 50 persen, dua lokasi mencapai 20 sampai 30 persen, serta 8 lokasi belum terlaksana.
"Menghadapi bencana, jika ditangani secara bersama dengan intervensi yang tepat dari pemerintah, maka penanganan pasca-bencana akan ditangani lebih cepat dan tepat," ungkap Aries, Rabu (5/4/2023).
Baca Juga : Tekan Angka Stunting, Pj Wali Kota Batu dan Kepala OPD Mulai Rawat 40 Anak Asuh
Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini berharap, April 2023 yang juga berada dalam momentum Bulan Suci Ramadan 1444 Hijriah ini, penanganan pasca-bencana di Kota Batu dapat terselesaikan.
"Menjelang berakhirnya Bulan Ramadan, penanganan bencana ini bisa selesai agar bisa beraktivitas dalam kegiatan yang lain dilanjutkan dengan mitigasi dan sosialisasi terhadap kondisi lingkungan yang rawan bencana," tutur Aries.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Agung Sedayu mengatakan, pihaknya telah menjalankan tahapan sesuai dengan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah diperhitungkan secara teliti.
Sebagai informasi, dalam peninjauan beberapa lokasi penanganan pascabencana, Pj Wali Kota Batu Aries didampingi Kalaksa BPBD Kota Batu Agung Sedayu beserta tim, serta tim dari Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta pihak lainnya.
