Ponpes Bahrul Maghfiroh Bakal Punya Masjid Bergaya Arsitek Eropa dan Turki

Reporter

Riski Wijaya

05 - Apr - 2023, 10:46

Proses pembangunan masjid di Ponpes Bahrul Maghfiroh. (Foto: Dokumen JatimTIMES).


JATIMTIMES - Sebuah masjid bergaya arsitektur Eropa tengah dibangun Yayasan Bahrul Maghfiroh, pengelola pondok pesantren Bahrul Maghfiroh. Lokasinya berada di Ponpes yang berada di Jl. Joyo Agung No.2, Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Jawa Timur. 

Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri mengatakan, secara khusus dirinya memang meminta kepada sang arsitek untuk mendesain masjid itu bergaya Eropa dengan sentuhan khas Turki. Namun dirinya tetap tak meninggalkan kesan Indonesia.

Baca Juga : Undangan Beramal Bagi Para Dermawan, Pembangunan Masjid Bahrul Maghfiroh Butuh Anggaran Rp900 Juta

"Konsepnya adalah masjid putih. Ya kami ingin nuansanya putih sama emas. Nah desain ini kebetulan yang mendesain adalah Insinyur Ivan Danisa, itu jamaah asal Jakarta yang sebelum desain ini beliau keliling ke Eropa dan Amerika. Jadi saya minta untuk Mas Ivan keliling melihat masjid di Eropa, ada di Spanyol, di Jerman. Termasuk di Turki," ujar Prof. Bisri. 

Gaya arsitektur khas Eropa dan Turki itu akan dituangkan dengan konsep bernuansa warna putih dan emas. Terutama pada bagian kubah yang didesain berbentuk bulat. Selain itu, juga akan dibangun sebanyak 9 menara di sekeliling masjid. 

"Jadi ini kombinasi semua sehingga tidak asli Turki ya, tapi kombinasi masjid-masjid di Eropa dan Turki dan di Indonesia. Filosofinya kan biasanya kita tuh mesti 9 kubah ya itu karena itu adalah filosofinya kita ambil dari filosofi walisongo," terang mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) ini. 

Menurutnya, sang arsitek yang dipercaya mendesain masjid tersebut sangat memperhatikan hal-hal yang mendetil. Termasuk beberapa kelengkapan yang menjadi kebutuhan para jamaah nantinya. Setidaknya, itu menjadi acuan meskipun dalam pelaksanaannya tentu akan ada beberapa perubahan menyesuaikan kondisi lapangan. 

"Katanya Mas Ivan (Arsitek) yang di situ (Eropa) sangat bersih sangat diperhatikan hal hal yang kecil sampai tempat sandal semua nanti diperhatikan. Penyimpanannya itu sangat detail sekali. Oleh karena itu saya ngikuti desain desainnya saja nanti. Walaupun dalam perjalanan ada sedikit modifikasi sesuaikan dengan kondisi lapang," jelasnya. 

Saat ini, pembangunan masjid yang dimulai sejak tahun 2020 itu sudah rampung sekitar 70 persen. Dan sudah menghabiskan anggaran kurang lebih sebesar Rp 6,5 Miliar. Sementara berdasarkan rencana anggaran biaya (RAB), bangunan masjid itu diperkirakan akan menyerap anggaran hingga Rp 12 Miliar. 

Sementara itu, Prof. Bisri mengatakan bahwa secara keseluruhan tidak menarget kapan masjid itu rampung secara keseluruhan. Sebab, anggaran yang digunakan untuk masjid di atas tanah wakaf itu juga masih terus berjalan dan menunggu donasi dari berbagai pihak. 

Hanya saja, jika melihat secara fungsional, pihaknya berharap agar dalam waktu sekitar dua bulan ke depan masjid itu sudah dapat digunakan. Targetnya yakni sudah dapat digunakan untuk menggelar Sholat Idul Adha. 

Baca Juga : Lima Tahun, Ning Ita Istiqomah Safari Ramadan dengan Salat Subuh Berkeliling Kota Mojokerto

Untuk target itu, dirinya memperkirakan kebutuhan anggarannya masih sekitar Rp 900 juta hingga Rp 1 Miliar. Untuk itu ia mengatakan, jika ada masyarakat yang ingin berkontribusi dengan berdonasi untuk pembangunan masjid itu, bisa langsung menghubungi yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia. 

"Mumpung bulan Ramadhan juga bulan yang penuh berkah, barokah donasi ini sangat dibutuhkan oleh masjid ini dalam rangka penyelesaian sampai Idul Adha," jelasnya. 

Selain bangunan inti masjid, dirinya juga berencana menambahkan prasasti. Yang nantinya akan digunakan untuk mencantumkan nama-nama atau pihak yang berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut.

Dimana hal itu juga sebagai bentuk penegasan, bahwa berdirinya masjid itu bukan atas jasa segelintir orang saja. Melainkan atas kontribusi dan dukungan dari semua pihak. 

"Jadi walaupun mau nyumbang Rp 1.000 nyumbang Rp 1 Miliar atau cuma Rp 100.000 akan kami buatkan prasasti. Tidak ada nilainya bahwa masjid ini adalah selesai karena gotong royong semua pihak dan sifatnya ikhlas dan wakaf sehingga nanti ada prasasti nama banyak. Kalau orang melihat oh ini adalah hasil wakaf orang banyak tidak diakui oleh satu atau dua orang saja," pungkasnya. 


Topik

Pendidikan, Ponpes Bahrul Maghfiroh, Prof Bisri, donasi, ramadhan, pembangunan masjid, amal,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette