Safari Ramadan, Forkopimka Glagah Bicara Penguatan Ibadah, Zero Stunting, hingga Anak Putus Sekolah

Reporter

Nurhadi Joyo

Editor

Yunan Helmy

02 - Apr - 2023, 10:50

Ketua MUI Kecamatan Glagah KH Marfu' Ali (nomor 4 dari kanan) saat acara Safari Ramadan Forkopimka bersama MUI Kecamatan Glagah di Musala Nurul Amal Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah, Banyuwangi. (foto; Nurhadi Banyuwangi TIMES)


JATIMTIMES – Tetap jaga semangat ibadah, jangan kendor dan jangan malas karena sungguh merugi bagi kaum muslimin.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Ketua MUI Kecamatan Glagah KH Marfu' Ali dalam tausyiah Safari Ramadan Forkopimka bersama MUI Kecamatan Glagah di Musala Nurul Amal Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu (01/04/2023).

Baca Juga : Gandeng BPN, Pemkab Jember Berikan Program Sertifikat Gratis untuk Tanah Wakaf

 

Menurut KH Marfu’ saat ini umat Islam sudah memasuki 10 hari kedua. Apabila dalam hari-hari biasa satu perbuatan baik mendapatkan balasan 10 kali  maka dalam Ramadan  Allah membalas satu kebaikan dengan 1.000 kali. Sehingga  akan rugi bagi umat Islam yang diberi kesempatan menjumpai Ramadan tidak meningkatkan amal baiknya.

“Di bulan ini terdapat banyak amalan yang menghapus dosa. Kita berdoa semoga Allah memberikan ampunan selama bulan Ramadan,” ujar KH Marfu’ Ali.

Safari Ramadan di Musala Nurul Amal Kelurahan Bakungan ini merupakan pelaksanaan yang pertama dan akan dilaksanakan di seluruh desa/kelurahan yang ada Kecamatan Glagah.

Rangkaian acara diawali dengan salat Isya dan tarawih  berjamaah serta pemberian bantunan sembako kepada beberapa warga setempat yang dinilai layak mendapatkan bantuan.

Menurut Plt Camat Glagah  Harry Iswadi, Safari Ramadan yang digelar merupakan salah satu cara memelihara dan merawat agar silaturahmi antara Forkopimka Kecamatan Glagah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga tetap terjaga dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Harry mengajak semua elemen untuk kelancaran dan kesuksesan program yang dicanangkan oleh Pemkab Banyuwangi terkait upaya mewujudkan zero stunting yang cukup berpengaruh terhadap masa depan.

“Kemudian gerakan gropyokan untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem.  Sehingga ke depan tidak ada warga yang luput dari pantauan pemerintah dan semua diharapkan bisa sejahtera” jelas  Harry.

Baca Juga : Pj Wali Kota Batu: Kunci Kesuksesan Anak Adalah Keseimbangan Agama, Sekolah, dan Lingkungan

 

Dia menuturkan dalam era digital, pemerintah mengadakan program Smart Kampung yang banyak manfaatnya. Antara lain penting para petani untuk mengecek stok pupuk bersubsidi yang kuotanya terbatas.

Pemerintah Banyuwangi juga mengharapkan tidak ada anak putus sekolah karena kesulitan biaya. ”Apabila ada saudara atau menemukan tetangga yang kesulitan untuk sekolah, silahkan melaporkan di Satkorwildik Kecamatan Glagah karena adq bantuan peralatan sekolah, uang saku dan lain-lain,” imbuhnya.

Harry juga mengharapkan agar semua warga masyarakat mendukung dan menyukseskan program kepolisian yang meluncurkan program “Jaga Anak". Para orang tua diharapkan memastikan anak-anaknya pada pukul 22.00 sudah ada di rumah. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi dan mengurangi terjadinya tindak kejahatan dan anak tidak menjadi korban tindak kejahatan.

Aparat kepolisian di-support TNI bersama dinas/instansi terkait juga akan menggelar operasi terpadu agar tindak kejahatan di wilayah Glagah khususnya bisa berkurang.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette