Kapolri Minta 5 Polisi Calo Bintara Dipecat, Kompolnas: Kami sangat mengapresiasi
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
18 - Mar - 2023, 10:44
JATIMTIMES - Kompolnas mengapresiasi sikap tegas Kapolri terhadap lima polisi calo Bintara. Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta lima polisi yang menjadi calo penerimaan anggota Bintara di Jawa Tengah dipecat dan diproses pidana.
"Kami sangat mengapresiasi Bapak Kapolri yang memerintahkan kepada Kapolda Jawa Tengah dan Kabid Propam Polda untuk bersikap tegas kepada para pelaku kasus suap pada pendaftaran Bintara Polda Jateng dengan menjatuhkan putusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dan menindaklanjuti dengan proses pidana," kata komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Sabtu (18/3/2023).
Baca Juga : Sahur On Ther Road Ditiadakan selama Ramadan, Rakor Forkopimda Tulungagung Sepakati Hal ini
Selanjutnya Poengky mengatakan jika saat ini masyarakat telah hilang kepercayaan terhadap polri usai adanya peristiwa kasus narkoba, Teddy Minahasa, dan pembunuhan berencana, Ferdy Sambo. Ia lalu menambahkan jika kepercayaan itu tak boleh dicederai oleh pemberian hukuman ringan kepada lima polisi calo Bintara tersebut.
"Saat ini Kapolri dan jajaran sedang berupaya keras untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri yang sempat terdampak akibat kasus FS dan TM, sehingga momentum untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat jangan dicederai dengan memunculkan kasus suap saat seleksi calon anggota Polri dan menjatuhkan hukuman ringan kepada beberapa anggota yang merusak nama baik institusi," ujarnya.
Poengky lalu berharap agar pengawasan dan pemantauan penanganan kasus polisi calo Bintara di Jawa Tengah tersebut selalu dilakukan. Sehingga, kata Poengky, kasus itu akan menjadi kasus terakhir di Polri.
"Kompolnas mengharapkan Kadiv Propam memantau proses penanganan kasus ini oleh Bidpropam Polda Jawa Tengah serta mengharapkan Kabareskrim melakukan supervisi penanganan proses pidananya oleh Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Penanganan kasus ini secara berkala perlu disampaikan secara transparan kepada publik," ujar Poengky.
"Kami berharap kasus ini adalah kasus terakhir di Polri. Sesuai dengan Grand Strategy Polri, tahun 2025 Polri harus menjadi institusi yang excellent dan siap menjadi organisasi berkelas dunia, sehingga profesionalisme dan sikap bersih antikorupsi adalah sebuah keharusan," lanjutnya...