Persiapan Tinggal 10 Persen, Uji Coba Satu Arah Kayutangan Heritage Dimulai Pekan Depan
Reporter
Riski Wijaya
Editor
A Yahya
14 - Feb - 2023, 01:26
JATIMTIMES - Persiapan penerapan jalan 1 arah di Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang terus dimatangkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Rencananya, uji coba akan mulai dilakukan pada 21 Februari 2023 mendatang.
Sementara sebelumnya, uji coba penerapan satu arah di kawasan tersebut akan dilakukan pada Senin (13/2/2023) ini. Namun, hal itu tak jadi dilakukan lantaran ada beberapa persiapan yang dinilai masih kurang.
Baca Juga : Dalami Peristiwa Keracunan Massal Mahasiswa UB, Polisi Libatkan Saksi Ahli
"Sekarang masih tahap pengerasan beton di bekas median jalan. Setelah itu baru akan dilakukan pengaspalan oleh Dinas PU (pekerjaan umum)," ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra.
Sembari menunggu proses pengaspalan, pria yang akrab disapa Jaya ini mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan waktu untuk melakukan sosialisasi. Terutama kepada pengguna jalan. Baik masyarakat Kota Malang ataupun yang masuk ke Kota Malang. "Bagaimana caranya (sosialisasi), melalui baner, media sosial media online dan lain sebagainya. Insha Allah secepatnya. Mungkin Selasa (21/2/2023)7," terang Jaya.
Sementara itu, untuk sosialisasi kepada masyarakat di 3 kelurahan yang disebut terdampak rencana itu, ia klaim sudah rampung. Dan ia meyakini bahwa masyarakat juga kebanyakan telah setuju.
"Malah ada Ketua RW nya yang minta diundang untuk sosialisasi. Dan itu juga sudah ada tahapan yang lalu. Jadi sekarang tahapannya, sosialisasi yang lebih meluas," jelas Jaya.
Jaya mengatakan, uji coba tersebut nantinya akan direncanakan berlangsung selama 1 bulan. Untuk itu, selama masa uji coba itu dimulai nantinya, dirinya mengimbau agar masyarakat bisa menjalaninya lebih dahulu.
Baca Juga : Mayat Ditemukan di Jepun Diduga Korban Penganiayaan, Polisi Lakukan Penyelidikan
"Sejak awal saya sudah sampaikan. Tolong percaya dengan Pak Walikota. Tolong lakukanlah saja dulu, terima dulu. Penataan itu nantinya bukan semata-mata untuk angkutan jalan saja. Namun semua masyarakat yang dirasa perlu," terang Jaya.
Jaya menyebut, penumpukan kendaraan yang diperkirakan terjadi akibat jika rencana satu arah jadi diterapkan juga telah dipertimbangkan. Menurutnya, titik yang kemungkinan pun juga telah dipetakan. "Secara keseluruhan persiapan mungkin kurang 10 persen," pungkas Jaya.
