Sejarah Kampung Sinau, Pernah Menjadi Tempat Belajar Gratis Bagi Anak Putus Sekolah

10 - Feb - 2023, 02:48

Muhammad Toha Mansyur ketua karang taruna kampung Sinau di Jl. Untung Sudiro Kelurahan Cemorokandang Kota Malang, Kamis (9/02/2023). (Foto: Atris)


JATIMTIMES – Kampung Sinau merupakan sebuah komunitas karang taruna yang diketuai oleh Muhammad Toha Mansyur, dan bergerak di bidang seni, pendidikan, dan budaya bagi anak-anak yang putus sekolah secara gratis di Jl. Untung Sudiro Kelurahan Cemorokandang Kota Malang, Kamis (9/02/2023).

Ketua Karang Taruna Kampung Sinau Muhammad Toha Mansyur mengatakan, Kampung Sinau berdiri pada 15 Mei 2012, dan berjalan selama 8 tahun. Berhenti pada tahun 2020, karena tumbuhnya kesadaran dari masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Baca Juga : Generasi Muda Kota Mojokerto Dapat Ilmu Koperasi Langsung dari Wali Kota Ning Ita

“Berhentinya tahun 2020. Memang sudah jarang, artinya kesadaran dari warga untuk menyekolahkan anaknya sudah naik. Sehingga, sekarang kita fokusnya ke yang lain. Terus sudah berkembang di banyak tempat, jadi kalau ada bencana kita fokus ke ruang bermain anak-anak,” katanya.

Alasan mereka mendirikan Kampung Sinau yaitu, supaya anak-anak yang setelah lulus sekolah dasar, dan tidak bisa melanjutkan sekolahnya, tetap bisa belajar gratis.

“Dulu penduduknya belum sepadat ini belum ada SD, dan pondok. Jadi, anak-anak sehabis SD, kalau gak kuli bangunan berarti ke sawah. Kebetulan, karang taruna di sini dulu adalah anak kuliah, jadi punya ide, biar adik-adik yang di kampung ini gak sekolah, tetapi tetap belajar kerajinan gratis,” tuturnya.

Mansyur melanjutkan, pada awal berdirinya kampung ini kurang mendapatkan respon baik dari masyarakat. Tetapi, lama kelamaan tingkat kesadaran mereka semakin terbuka.

“Awalnya respon dari masyarakat ada yang baik ada yang buruk, dan mereka jarang yang ikut. Sehingga, pertama itu hanya 5-10 orang yang ikut. 2013 baru ratusan yang ikut, dan usianya rata-rata anak SD,” lanjutnya.

“2014-2015 baru anak SMP SMA mulai banyak yang ikut. Di mana, les gratisnya tiap malam, sore ngaji, Sabtu-Minggu kelas seni, ada yang lukis dan ada yang seni. Tetapi, untuk sekarang sudah tidak hanya kalau kawan-kawan relawan buat perpustakaan kita bantu dukung,” ucapnya.

Baca Juga : Musrenbang RKPD 2024 Kecamatan Kota, Wali Kota Kediri Paparkan Capaian 10 Program Prioritas

Pengajar di Kampung Sinau ini adalah warga setempat, dan beberapa mahasiswa dari kampus UM Malang. Selain itu, buku-buku yang terdapat di perpustakaan Kampung Sinau diperoleh dari event yang mereka adakan.

“Buku yang di perpustakaan, dari event yang dulu kami buat namanya Pelangi Nusantara nama Festival Budaya. Di eventnya itu tiketnya kita pakai buku. Kemudian buku itu disimpan di perpustakaan dan bisa dipinjam selama 1 minggu,” sampainya.

Selain itu, terdapat puluhan kampung di beberapa daerah yang merupakan cabang dari kampung Sinau. Di mana, pendirinya adalah mereka yang pernah menjadi relawan di Kampung Sinau sendiri.

“Kampung Sinau banyak, cuma namanya beda masing-masing daerah. Itu pendirinya relawan kita semacam cabang-cabang. Istilahnya gini, kalian sudah lama kerja di kampung orang, tetapi gak bisa di kampung sendiri. Sebanyak 34 kampung yang kita suport, hanya awalnya memang Kampung Sinau,” tandasnya.


Topik

Pendidikan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette