Resmikan Pabrik Pengelolaan Limbah B3 di Lamongan, KLHK Minta Masyarakat Sekitar Diperhatikan

28 - Jan - 2023, 05:25

Peresmian pengelolaan limbah B3. (foto: M. Nur Ali Zulfikar/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Dirjen Pengelolaan Limbah Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati meminta agar perusahaan memperhatikan masyarakat sekitar. Khususnya terkait dengan penanganan limbah dan kesejateraan.

Rosa Vivien juga meminta kepada manajemen PT DESI untuk taat kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Terutama menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

Baca Juga : Jadi Tersangka Otak Perampokan Rumdin Wali Kota Blitar, Ini Profil Samanhudi Anwar

“PT DESI maupun PT PPLI merupakan partner kami. Dengan adanya pabrik pengolahan limbah, bisa membuat perusahaan-perusahaan penghasil limbah untuk taat sesuai undang-undang. Dalam kesempatan ini saya juga minta kepada PT DESI untuk taat peraturan perundang-undangan. Kami juga sangat terbuka dari perusahaan dan investor untuk menerima komplain,” ujar Rosa saat meresmikan fasilitad pengolahan limbah B3 dan non-B3 yang dikelola  PT Dowa Eco System Indonesia (DESI) di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jumat (27/1/2023).

Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Rosa mengatakan bahwa bisnis pengelolaan limbah, terutama limbah B3, merupakan bisnis masa depan dan keberadaannya sangat dibutuhkan.

“Sampah sekarang tidak dianggap sebagai residu semata, tapi sebagai bahan baku yang digunakan kembali sebagai proses produksi,” katanya.

Rosa mengungkapkan, selama ini KLHK kesulitan menyarankan kepada perusahaan atau instansi penghasil limbah yang dekat dengan tempat perusahaan/instansi tersebut. Sehingga dengan kehadiran PT DESI di wilayah Lamongan  menjadi alternatif bagi wilayah Indonesia Timur. Untuk itu Rosa berharap akan tumbuh perusahaan pengelola limbah lainnya di Indonesia.

“Selama ini kami masih kesulitan menyarankan kepada perusahaan penghasil limbah seperti rumah sakit untuk mengolah limbah medisnya dan menghasilkan residu atau abu bakaran harus dikemanakan. Kehadiran PT DESI memang ditunggu-tunggu dengan kehadirannya, diharapkan menjadi jalan keluar untuk menjadi tempat landfill limbah B3. Tidak banyak perusahaan pengelola limbah, ini menjadi kesulitan bagi perusahaan di wilayah-wilayah seperti Sumatera, Sulawesi maupun Kalimantan. Nah, PT PPLI di Bogor dan PT DESI di Lamongan menjadi pemantik atau mendorong industri seperti ini muncul di wilayah itu,” ungkapnya.

Sementara itu, President Director of Dowa Holdings Co.Ltd  Mr Akira Sekiguchi mengungkapkan, Lamongan menjadi pilihan di antara deretan kota di wilayah Jawa Timur. Dengan latar belakang pertumbuhan populasi dan pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil, perkembangan ini sangat diharapkan untuk masa depan.

Baca Juga : Banyak Lampu Taman Dicuri, DLH Kota Malang Sebar 18 Orang untuk Pengawasan

“Dengan adanya fasilitas pengolahan limbah yang tepat seperti DESI sangatlah penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap peranan DOWA Group untuk berkontribusi dalam pembangunan Lamongan, Provinsi Jawa Timur dan kawasan Timur Indonesia,” ucap Akira Sekiguchi.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam kesempatan tersebut menambahkan, hadirnya PT DESI semakin mendekatnya fasilitas pengelolaan limbah B3. Dengan begitu, industri lain sebagai penghasil limbah b3 mudah menjangku dari segi jarak dan biaya, dan komitmen pengelolaan limbah B3 yang baik sehingga mampu memberikan peluang berusaha lebih kepada masyarakat Lamongan serta menjadikan Lamongan sebagai daerah unggulan investasi.

“Bagi Lamongan, ini menjadi iklim investasi dan perusahaan pengelolaan limbah ini bisa membantu industri di kawasan Pantura dan Jatim. Hadirnya PT DESI akan mendukung semangat pembangunan berkelanjutan dan upaya pelestarian lingkungan di Lamongan dan pembangunan lingkungan di Indonesia yang pada akhirnya mampu mendukung pembangunan ekonomi dan ekologi di Lamongan,” terang Bupati Yes, sapaan bupati Lamongan.

Kegiatan yang juga dihadiri Wakil Bupati Abdul Rouf, Dandim 0812/Lamongan Letkol Kav Endi Siswanto Yusuf, Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Dekhlareska itu juga diikuti oleh Consulate General of Japan Mr Kenichi Takeyama,  President Director of PT Dowa Eco System Indonesia  Mr Jun Yamamoto, dan Direktur Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha BKPM  J.S. Meyer Siburian.


Topik

Lingkungan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette