Lewat Konferensi yang Undang 241 Presenter 5 Benua, Nama UIN Malang Kian Mendunia

Editor

Yunan Helmy

12 - Nov - 2022, 02:00

The International Class Program (ICP) Ke-1 dan English Linguistic Literature and Education (ELITE) Ke-10 yang diikuti 241 presenter dari lima benua. (Ist)


JATIMTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang semakin dikenal dunia. Hal itu melalui kegiatan yang digelar UIN Maliki, yakni The International Class Program (ICP) Ke-1 dan English Linguistic Literature and Education (ELITE) Ke-10 yang diikuti 241 presenter dari lima benua. 

Ke-241 presenter itu terlibat aktif mengikuti kegiatan secara hybrid (8-9/11/2022). Mereka berasal dari lima benua, yakni Asia,  Afrika, Amerika, Australia, dan  Eropa. 

Baca Juga : Pasca Mundur September Lalu, Pengganti Ketua DPRD Lumajang Belum Jelas 

Rektor UIN Malang Prof Dr Zainuddin MA, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan harapan atas kegiatan ICP ini. Menurut dia, kontribusi UIN Malang melalui ICP Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) yang bekerja sama dengan Himpunan Dosen Linguistik, Sastra dan Pendidikan Bahasa Inggris (ELITE) ini diharapkan membawa hasil yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dapat menjadi jawaban dari berbagai problematika yang ada.

1

Rektor UIN Malang juga mengapresiasi tema yang diusung dalam ICP, yakni Global Cross Culture Practices. Dengan tema ini, para presenter maupun peserta mendapatkan hal-hal yang positif, khususnya dalam bidang sosial.

“Peserta dapat memahami bagaimana lintas budaya menempati posisi penting dalam berkomunikasi dengan orang-orang dari negara lain,” ujar Zainuddin.

2

Sementara, Prof Dr H Nur Ali MPd, dekan FITK UIN Malang, menambahkan kegiatan ini  dapat berlanjut dan dapat mengandeng prodi-prodi yang ada di FITK pada tahun-tahun berikutnya. Sebab, kebermanfaatan kegiatan ini, selain kian mengenalkan nama UIN Malang di kancah dunia, juga dapat menjadi ajang praktik para mahasiswa FITK dalam kemampuan bahasa asing. 

"Juga bisa mengenal berbagai lintas budaya negara lain," ungkap guru besar bidang manajemen pendidikan Islam itu.

Sementara itu, kegiatan tersebut juga dihadiri para tokoh dari dalam maupun luar negeri. Antara lain Prof Dr Ali Ramdani (direktur jenderal pendidikan tinggi Islam Kemenag); Ruchman Basori MA (kasubdit sumber daya manusia Kemenag); Yaya Sutarya (atase pendidikan KBRI China); dan Badrus Sholeh PhD (atase pendidikan KBRI Riyadh); serta Prof Dr Siusana Kweldju dari Universitas Negeri Malang. 

Baca Juga : Update Arsitektur dan Peta Rencana SPBE, Diskominfo Kota Kediri Ajak Semua OPD Samakan Persepsi 

 

Sementara dari luar negeri, yang hadir di  antaranya Dr Willy Ardian Renandya dari Universitas Teknologi Nanyang, Singapura, dan Prof Hisyam Al Saghbini dari University of Cambridge, Inggris.


Topik

Pendidikan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette