Perjuangkan Keadilan, Sekber Arema Gaungkan Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Dede Nana
24 - Oct - 2022, 01:32
JATIMTIMES - Sekitar 15 organisasi yang terdiri dari perwakilan organisasi, perkumpulan advokad, komunitas, lembaga dan kelompok kultural dari berbagai kawasan Arek Malang bersatu membentuk satu wadah bernama Sekretariat Bersama Arek Malang (Sekber Arema). Wadah tersebut untuk mengawal #UsutTuntas keadilan dalam tragedi 1 Oktober 2022 lalu.
Sekretaris Sekber Arema Anwar mengatakan, untuk mengawal #UsutTuntas keadilan dalam tragedi 1 Oktober 2022 membutuhkan banyak elemen dan tenaga. Oleh karena itu, dibentuknya Sekber Aremania ini untuk menguatkan antar lini dalam memperjuangkan keadilan.
Baca Juga : Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, Nilai Ekspor Kota Kediri Meningkat 230%
“Intinya sekber ini untuk saling menguatkan, ada yang dibagian hukum bersama teman-teman advokat, ada yang donasi untuk korban, macam-macam lah. Tapi saat ini kami terus untuk saling menguatkan,” kata Anwar kepada JatimTIMES.
Menurut Anwar, tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan Malang ini bisa dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan (extraordinary crimes) yang diduga dilakukan oleh aparatur sipil negara yang bertugas menjaga keamanan saat pertandingan sepakbola. Juga diduga adanya keterlibatan organisasi sepakbola PSSI. Oleh karena itu, tim pengawal Usut Tuntas lintas ragam Aremania saat ini terus bergandengan tangan.
“Ini bukan menjadi persoalan pribadi atau individu. Maka, sangat dibutuhkan satu wadah lembaga yang berbadan hukum kuat untuk terus mengawal dan memperjuangkan keadilan dalam kasus tragedi Kemanusiaan stadion Kanjuruhan Malang hingga tuntas,” ungkap Anwar.
Setelah dibentuk pada Jum'at (21/10/2022) lalu, Sekber Arema saat ini telah memiliki rencana. Salah satunya menyiapkan satu per satu lembaga atau kelompok sesuai dengan bidangnya.
“Saat ini yang sedang jadi prioritas pekerjaan adalah menyusun argumen, narasi dan fakta hukum terkait tragedi Kanjuruhan. Baik dari unsur pidananya, pertanggungjawaban perdatanya maupun unsur pelanggaran HAM. Lalu masing-masing tugas nanti dijalankan teman-teman sesuai dengan fungsinya,” beber Anwar.
Menurut Anwar, dibentuknya Sekber Arema ini agar tidak terjadi tumpang tindih antar organisasi atau kelompok yang memang menginginkan membantu Usut Tuntas. Karena pada intinya hal ini untuk melakukan pendampingan kepada korban tragedi Kanjuruhan.
“Misalnya, ada perwakilan advokat melakukan pendampingan hukum kepada korban, ya silahkan. Sementara perwakilan komunitas yang lain, bisa tetap jalan melakukan trauma healing dan distribusi santunan ke korban. Jadi, tidak ada overlapping serta memudahkan koordinasi,” imbuh Anwar.
Anwar juga mempersilahkan kepada korban tragedi Kanjuruhan agar mendatangi Sekber Aremania yang berada di Jalan Lowokdoro Gang 3 No 38. Agar Sekber juga mengetahui sisi mana yang harus diberikan pendampingan.
“Bagi korban yang merasa sendirian dan merasa ketakutan, silahkan datang ke tempat Sekber Arema yang ada di Jalan Lowokdoro Gang 3 No 38 dan sampaikan ke kami. Kalau tidak bisa, kami yang akan mendatangi,” ungkap Anwar.
Dikonfirmasi terpisah, Inisiator Rumah Sedekah NU sekaligus Pelindung GPA KH Noor Shodiq Askandar mengapresiasi terbentuknya Sekber Arema. Menurutnya, segala sesuatu akan kuat jika dilakukan bersama.
“Prinsipnya kami seperti di rumah sedekah. Segala sesuatu tidak bisa diselesaikan sendiri, harus berkolaborasi dan saling menguatkan. Kalau bersatu akan lebih kuat,” beber Gus Shodiq.
Gus Shodiq menuturkan dalam hal ini pihaknya akan membantu korban tragedi Kanjuruhan. Mulai dari jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang. Namun, hal itu sesuai dengan proses pendataan yang dilakukan.
“Intinya kita ingin membantu menyelesaikan tidak hanya masalah jangka pendek, juga menengah dan jangka panjang. Jangka panjangnya terutama keluarga korban problemnya bukan satu dua tahun saja, tapi menyangkut kehidupan setelahnya,” tegasnya.
