Tim Investigasi Analisa CCTV, Masih Cari Penyebab Jatuhnya Korban Tragedi Kanjuruhan

Reporter

Ashaq Lupito

05 - Oct - 2022, 06:41

Kondisi pintu gate 13 yang hingga saat ini masih dipadati suporter Arema FC dan warga yang berduka atas tragedi Kanjuruhan. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)


JATIMTIMES - Hingga saat ini Tim Investigasi bentukan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku masih terus mendalami enam titik rekaman CCTV yang ada di area Stadion Kanjuruhan. 

Hasil sementara, penyidik menduga jika di enam titik tersebut menelan banyak korban lantaran akses jalan yang sempit sehingga menyebabkan berdesak-desakan.

Baca Juga : Muncul Klarifikasi Kelpin Suporter Arema yang Diberitakan Diculik Intel, Netizen Tak Percaya

Hasil penyidikan sementara itu, tentunya kontras dengan rekaman video yang telah menjamur di media sosial (medsos). 

Sebab, dalam rekaman video yang diunggah oleh warganet menunjukkan gambaran jelas jika beberapa pintu gate Stadion Kanjuruhan tertutup saat tragedi berlangsung.

"Itu memang masuk dari pada materi, tapi dari hasil tadi saya dapat keterangan dari Labfor, untuk yang di enam titik itu tidak ditutup, tapi sempit sekali," dalih Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo.

Diduga lantaran akses jalan yang sempit itulah, lanjut Dedi, Tim Investigasi sementara ini menyimpulkan jika dugaan utama korban berjatuhan dikarenakan berhimpit-himpitan.

"Dari kapasitas untuk dua orang, tapi yang keluar itu ratusan orang. Terjadilah himpit-himpitan di situ. Itu juga bagian materi yang didalami oleh tim sidik kita," ulas Dedi.

Sebagaimana yang telah diberitakan, sebelumnya Tim Investigasi menganalisa 32 rekaman CCTV yang ada di berbagai titik di wilayah Stadion Kanjuruhan.

Tim Investigasi menyimpulkan sementara ini ada enam titik yang menelan banyak korban. Yakni di pintu 3, 9, 10, 11, 12, dan 13.

"Tidak tertutup, tapi kecil. Pintu itu, kapasitas pintu di kelas ekonomi itu, kapasitasnya untuk dua orang," jelas Dedi.

Baca Juga : Bonek Lakukan Doa dan Tabur Bunga di Stadion Kanjuruhan Bersama Para Aremania

Tim Investigasi menduga, masih menurut Dedi, lantaran kepanikan terjadi saat tragedi kericuhan membuat suporter Aremania berlarian menyelamatkan diri sebelum akhirnya terjadi desak-desakan. Padahal dari temuan jurnalis JatimTIMES, penonton berebut keluar akibat tembakan gas air mata. 

"Lha ini kapasitas untuk dua orang, di mana terjadi kepanikan. Pada saat keluar itukan langsung ratusan orang berbondong-bondong kesitu. Makanya mengakibatkan banyaknya jatuh korban di titik-titik yang sudah saya sebutkan tadi," ulas Dedi.

Sementara itu, diterangkan Dedi, selain fokus menganalisa rekaman CCTV di enam titik gate pintu keluar masuk, Tim Investigasi saat ini juga sedang mendalami Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang ada di dalam maupun di luar Stadion Kanjuruhan.

"Kemudian juga untuk Inafis bekerja sama dengan Labfor masih melakukan identifikasi terkait menyangkut masalah di TKP, di dalam maupun di luar TKP. Saat ini masih terus didalami dan semuanya tentunya akan menjadi bagian analisa dan juga bagian dari para pemeriksaan yang perlu didalami oleh tim sidik. Baik dari Bareskrim maupun dari Polda Jatim," tukas Dedi.

Sekadar informasi, hingga berita ini di tulis pendukung Arema FC dan para warga masih berbela sungkawa dan memadati markas tim berjuluk Singo Edan tersebut. 

Bahkan, tepat di pintu 13 masyarakat juga menyempatkan diri untuk berdoa dan menebar bunga sebagai wujud duka.


Topik

Hukum dan Kriminalitas, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette