JATIMTIMES - Pernahkan Anda mendengar tentang penyakit Obsessive-Compulsive Disorder atau OCD? OCD adalah sebuah gangguan atau masalah kesehatan mental yang dapat menyebabkan pengidapnya tidak punya kontrol atas pikirannya yang obsesif serta cenderung melakukan perilaku yang berulang (kompulsif).
Gejala-gejala umum OCD yang biasa ditemukan, misalnya sering mencuci tangan setelah menyentuh sesuatu yang dianggap kotor, terobsesi dengan kegiatan bersih-bersih, dan sering mengecek sesuatu secara berulang-ulang. Hal ini dilakukan oleh pengidapnya tanpa sadar, seolah-olah tubuh mereka dikendalikan oleh pemikirannya sendiri.
Baca Juga : Masuki Tahun Kedelapan, Semakin Banyak Masyarakat yang Rasakan Manfaat Program JKN BPJS Kesehatan
Jika Anda merasa memiliki gejala-gejala OCD, Anda dapat memastikannya dengan melakukan konsultasi kesehatan ke dokter atau rumah sakit terdekat. Siapa pun bisa terkena OCD, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Berikut beberapa informasi terkait penyakit ini.
Pengertian OCD
OCD adalah singkatan dari Obsessive-Compulsive Disorder yang berarti masalah kesehatan mental yang dapat menyebabkan pengidapnya tidak punya kontrol atas pikirannya yang obsesif serta cenderung melakukan perilaku yang berulang (kompulsif).
Ada suatu kasus dimana seorang wanita bisa keramas sebanyak 72 kali setiap harinya karena ia mengidap penyakit OCD ini. Ia merasa ketakutan dan tidak bersih jika tidak melakukan hal tersebut. Tentunya hal ini sangat mengganggu kegiatan sehari-hari pengidapnya.
Penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan akan terus dirasakan oleh setiap pengidapnya. Pengobatan yang ada sekarang hanya dapat membantu mereka mengontrol dan mengendalikan gejala-gejala agar tidak terlalu mengganggu kegiatan sehari-hari. Maka dari itu, dukungan dan pengertian dari orang sekitar sangat penting bagi mereka.
Bisa saja pemikiran negatif lain seperti menyakiti diri sendiri karena merasa terganggu dengan pemikiran ini terjadi pada mereka yang menderita penyakit ini, sehingga penting untuk memiliki support system saat sedang merasakan gejala yang dapat membantu meminimalisir pemikiran negatif lainnya.
Penyebab OCD
Penyakit ini dapat dipicu oleh rasa cemas para pengidapnya, sehingga mereka akan melakukan hal-hal secara berulang tanpa disadarinya. Mereka bisa melakukan hal ini selama berjam-jam hingga mereka sudah merasa puas. Rasa cemas ini bisa datang dan pergi, serta mereda atau memburuk, seiring waktu.
Penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui. Namun, penyakit OCD ini dapat berhubungan dengan:
- Faktor genetik yang diturunkan dari keluarga lingkar pertama seperti orang tua, anak, atau saudara. OCD berisiko tinggi pada remaja.
- Struktur dan fungsi otak, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pengidap OCD memiliki perbedaan struktur pada bagian korteks frontal (bagian otak di belakang dahi) dan struktur subkortikal otak;
- Lingkungan atau tempat tinggal yang kurang mendukung, misalnya korban bullying, pelecehan seksual, atau trauma lainnya;
- Infeksi streptococcus pada anak-anak, kondisi ini dikenal dengan sebutan Pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorders Associated with Streptococcal Infections (PANDAS); dan
- Gangguan kesehatan mental lainnya seperti depresi, gangguan kecemasan, dan penyalahgunaan zat atau tic disorder.
Gejala Penyakit OCD
Gejala-gejala yang timbul pada penderita OCD adalah yang berkaitan dengan kecemasan akan suatu hal, misalnya takut terhadap kotoran, takut melakukan kesalahan, dan pikiran negatif lainnya.
Gejala-gejala ini bisa terjadi pada kapan saja dan membuat penderitanya kehilangan kendali, sehingga mereka melakukan suatu tindakan secara obsesif dan kompulsif (berlebihan dan berulang-berulang).
Dari gejala yang timbul, biasanya para penderita OCD akan melakukan hal-hal seperti berikut ini:
- Melakukan bersih-bersih seperti mandi dan mencuci tangan secara berlebihan dan berulang-ulang;
- Tidak mau berjabat tangan dengan orang lain atau takut memegang pegangan pintu;
- Mengurutkan dan menata barang dengan cara yang tepat dan khusus agar semuanya terlihat sama;
- Terus memeriksa sesuatu secara berulang-ulang, seperti berulang kali memeriksa pintu yang terkunci, mengecek lampu, dan sebagainya;
- Makan dengan urutan spesifik setiap saat;
- Tidak bisa berhenti memikirkan kata-kata, gambar atau pikiran yang biasanya mengganggu dan tidak akan hilang dan bahkan mengganggu ketika tidur;
- Mengulangi kata-kata atau kalimat atau doa tertentu dalam waktu yang lama;
- Perlu melakukan tugas dalam beberapa kali; dan
- Mengumpulkan atau menimbun barang tanpa alasan yang jelas.
Hal-hal tersebut dilakukan tanpa disadari oleh mereka dan mereka tidak dapat mengendalikan pikiran tersebut, seakan-akan tubuh mereka diatur oleh pikiran tersebut.
Baca Juga : Polisi Hentikan Kasus Pemisahan Kepala dan Tubuh Bayi di RSUD Jombang
Selain itu, aktivitas ini dapat dilakukan dalam durasi waktu yang lama. Misalnya saja, seseorang akan melakukan cuci tangan selama 1 jam setelah memegang hal yang dianggapnya kotor.
Gejala lain yang dapat dialami oleh penderita OCD adalah gerakan tic, yang mencakup:
- Tic motorik adalah gerakan yang mendadak, sebentar, dan berulang seperti mata berkedip, wajah meringis, bahu naik, kepala atau bahu menyentak; dan
- Sedangkan tic vokalis adalah suara yang berulang-ulang seperti suara membersihkan tenggorokan, atau mengendus.
Pengobatan Penyakit OCD
Dalam mengobati penyakit OCD, dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan evaluasi psikologis secara mendalam, terkadang juga diperlukan pemeriksaan fisik. Namun, penyakit OCD tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium.
Pengobatan penyakit OCD biasanya terdiri dari terapi obat-obatan atau psikoterapi. Penderita akan disarankan untuk melakukan terapi perilaku kognitif (cognitive behaviour therapy/CBT).
Sementara, obat-obatan yang dapat dikonsumsi oleh penderita penyakit OCD adalah obat golongan serotonin reuptake inhibitors (SRIs) dan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Beberapa contoh obat-obatannya, yaitu obat Clomipramine, Fluoxetine, Fluvoxamine, Paroxetine, dan Sertraline.
Jika Anda memiliki gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan, Anda dapat segera melakukan diagnosis dini dan terapi yang sesuai untuk mengurangi waktu yang pasien habiskan karena penyakit ini dan bisa meningkatkan kualitas hidup penyandang OCD.
Itulah beberapa informasi terkait penyakit OCD yang mungkin berguna bagi Anda.
