Ratusan Kader IMM Lamongan Demo Tolak Kenaikan BBM
Reporter
M. Nur Ali Zulfikar
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
12 - Sep - 2022, 09:20
JATIMTIMES - Ratusam aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-cabang Lamongan melakukan aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kantor DPRD dan Pemkab setempat, Senin (12/9/2022).
Koordinator aksi Pimpinan Cabang IMM Lamongan Alexi Candra Putra K.N. mengatakan bahwa keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM adalah suatu kesalahan yang sangat fatal dan akan menjadi suatu peristiwa kecelakaan sejarah, bagaimana tidak, masyarakat kecil menengah menjadi korban dari kebijkan yang fatal ini, di saat ekonomi belum stabil pasca pandemi, yang pastinya kebijakan ini menjadi suatu kesengsaraan baru bagi rakyat kecil.
Baca Juga : Terdampak Kenaikan BBM Bersubsidi, Polres Kediri Kota Bagikan 2 Ton Beras untuk Ojol
"Kami rasa kebijakan penyesuaian harga BBM ini tidak akan menjadi solusi yang baik dan malah akan memperburuk inflasi di negeri ini," kata Alexi dalam orasinya.
Dia mengungkapkan, ada tiga tuntutan yang disuarakan massa dari IMM Lamongan. Pertama, menolak penyesuaian harga BBM serta menuntut dan mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga BBM bersubsidi.
"Kedua, kami menuntut pemerintah mengevaluasi penyaluran BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran dan merugikan masyarakat tingkat grassroot dan yang ketiga, mendesak pemerintah unuk segera merapatkan kebijakan BBM bersubsidi tepat sasaran," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PC IMM Lamongan, Achmad Izzuddin A.S, menegaskan bahwa, kenaikan harga BBM juga berdampak pada kenaikan harga bahan pokok lain, dampaknya utamanya akan menyebabkan pada penurunan daya beli masyarakat, serta mendorong peningkatan inflasi.
Baca Juga : Wakil Ketua Komisi VII DPR: Kenaikan Harga BBM Subsidi Tidak Bisa Ditolak
"Tentu sangat berdampak kepada masyarakat, terutama masyarakat yang miskin akan bertambah miskin. Kami berharap, agar pemerintah segera merespon apa yang kami sikapi dan apa yang kami suarakan. Kenaikan harga BBM bersubsidi bukanlah solusi, perlu ada evaluasi dan kajian lebih mendalam yang melibatkan banyak komponen masyarakat," tegas pria yang akrab disapa Izzudin ini.
