Gara-Gara Flare, Arema FC Kena Denda Ratusan Juta dari Komdis PSSI

Reporter

Hendra Saputra

16 - Aug - 2022, 03:52

Ilustrasi flare yang dinyalakan oleh oknum Aremania (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman denda dengan total Rp 170 juta kepada Arema FC. Hal itu berkaitan dengan ulah tidak simpatik suporter saat pertandingan melawan PSS Sleman di Stadion Kanjuruhan pada (5/8/2022) lalu.

Denda ratusan juta itu berasal dari tiga pelanggaran yang dicatat Komdis PSSI. Pertama disebutkan bahwa Arema FC dinilai melakukan pelanggaraan karena ulah suporter yang menyalakan flare di tribun utara dan selatan. Akibat pelanggaran tersebut Arema FC diganjar denda sebesar Rp 100 juta.  Seperti yang dinyatakan dalam surat dengan nomor 016/L1/SK/KD-PSSI/VII/2022 yang diterima oleh manajemen Arema FC pada Senin (15/8/2022).

Baca Juga : Ketua DPRD Kabupaten Blitar Ajak Masyarakat Sukseskan Gerakan 1 Juta Bendera Merah Putih

Kemudian, surat berikutnya di hari yang sama yakni dengan nomor 015/L1/SK/KD-PSSI/VII/2022 menyebutkan bahwa ditemukan adanya lemparan gelas mineral sebanyak dua kali oleh suporter yang diarahkan kepada pemain PSS Sleman. Akibat pelemparan gelas mineral itu, denda yang harus dibayarkan oleh Arema FC bertambah Rp 50 juta.

Ketiga, surat bernomor 014/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2022  terkait adanya penembakan beberapa petasan ke hotel tempat menginap PSS Sleman. Surat ini sekaligus menambah total denda yang harus dibayarkan oleh Arema FC menjadi Rp 170 juta.

Menanggapi denda yang cukup besar tersebut, panpel Arema FC Abdul Haris menilai bahwa semua pihak harus introspeksi. Sebab hal tersebut sangat merugikan Arema FC.

“Hal ini tentu saja sangat disayangkan. Kami terus mengimbau kalau perlu menindak tegas hal-hal yang berpotensi munculnya pelanggaran yang berakibat pada kerugian pada klub,” ungkap Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris.

Ketegasan dari panpel dan pihak keamanan menurut Abdul Haris adalah sebagai antisipasi untuk menyelamatkan pertandingan. Sebab jika pelanggaran itu terulang, dikhawatirkan Arema FC terkena hukuman pengososan tribun bahkan menjalani laga usiran.

Baca Juga : Dipastikan The Wedding Expo Millenial Jatim Times 2022 Bakal Diserbu Pengunjung, Bagi Vendor-Vendor Segera Bergabung

“Kita harus berpikir kemungkinan terburuk akibat adanya pelanggaran ini, sebab tidak menutup kemungkinan adanya hukuman pengosongan tribun bahkan pertandingan usiran. Ini yang sangat kita khawatirkan, jadi sekali lagi kami mohon kepada suporter untuk menghentikan aksi-aksi yang bisa menjurus pada sanksi dan denda,” tegasnya.

Abdul Haris menyebutkan bahwa panpel langsung berkoordinasi untuk mengambil langkah berikutnya. Terutama dalam membangun kesadaran suporter agar tidak melakukan tindakan yang memicu sanksi.

“Hal utama yang harus dibangun adalah kesadaran, seketat apapun pengamanan dengan jumlah personel yang banyakpun hal itu tidak akan berarti tanpa adanya kesadaran dari suporter,” tandas Haris.


Topik

Olahraga, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette