Pencabutan Izin Operasional Dibatalkan, Santri Ponpes Shiddiqiyyah Mulai Sekolah

Reporter

Adi Rosul

Editor

Dede Nana

14 - Jul - 2022, 09:13

Santri Shiddiqiyyah mulai masuk sekolah. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)


JATIMTIMES - Santri Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Jombang mulai masuk sekolah hari ini. Itu setelah pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Jombang dibatalkan oleh pemerintah. Aktivitas para santri mulai terlihat pada Kamis (14/7/2022). Aktivitas santri yang terlihat baru siswa Bustanul Ula atau setingkat pelajar SD.

Seperti biasa, para pelajar Tarbiyyah Hifdhul Ghulam wal Banath (THGB) Ponpes Majma'al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah mengawali aktivitas dengan upacara bendera pukul 7.00 WIB. Usai upacara, ratusan santri langsung memasuki ruang kelas untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga : Inilah 5 Kiai yang Diklaim Paling Sakti di Pulau Jawa, Salah Satunya Tak Mempan Disihir hingga Mampu Taklukkan Jin

"Anak-anak santri dan santriwati di Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah pada hari ini memang hari pertama masuk kembali setelah libur. Karena pada Hari Raya Idul Adha kemarin anak-anak libur selama 6 hari. Itu sudah masuk kalender pendidikan kami," kata Kepala Sekolah THGB Nur Hadi di Ponpes Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang, Kamis (14/7/2022).

Dikatakan Nur Hadi, ada 1.041 santri yang hari ini mulai masuk sekolah. Sedangkan pagi ini baru siswa Bustanul Ula atau setingkat pelajar SD yang memulai kegiatan belajar. Untuk siswa Bustanuts Tsani atau setingkat SMP dan Bustanuts Tsalist atau setingkat SMA baru siang nanti masuk sekolah.

"Yang Ula ini memang masuk pagi. Kalau yang setingkat SMP dan SMA masuk siang. Saat ini sebenarnya jumlahnya 297 siswa, namun ada beberapa yang belum masuk karena ini hari kamis besoknya Jumat libur. Jadi ada yang masuk di hari Sabtunya," ujarnya.

Izin operasional Ponpes Shiddiqiyyah ini sempat dicabut oleh Kementerian Agama RI pada Kamis (7/7/2022) lalu. Namun, pemerintah membatalkan pencabutan izin operasional pesantren yang dipimpin oleh Kiai Muchtar Muthi itu pada Senin (11/7/2022). Selama pencabutan izin operasional, kata Nur, tidak ada wali santri yang memindahkan anaknya ke pesantren maupun ke sekolah lainnya.

Baca Juga : Keren! Festival Budaya Banyuurip Digelar 5 Hari, Ini Dia Rundown Acaranya

"Untuk apa yang sudah disampaikan oleh Kementerian Agama bahwa pesantren kami dicabut izin operasionalnya, dari kami tidak menolak apa pun. Kami juga menyampaikan itu ke wali murid. Mereka tetap ingin sekolah di sini terus. Tidak ada pangarahan apapun karena sudah punya keyakinan yang kuat untuk sekolah di Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah ini," pungkasnya.


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette